Lebaran CDN

Tanam Aneka Keperluan Dapur, Optimalkan Ketahanan Pangan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Abdul Rosyid, pegiat lingkungan di wilayah RW 03, Kampung Sawah, Kelurahan Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan edukasi bagi ibu-ibu untuk tetap menjaga lingkungan melalui penanaman aneka keperluan dapur.

“Pandemi ini menyebabkan gangguan sistem logistik global yang berdampak pada persoalan akses pangan. Lihat saja harga cabai, untuk itu saya mencoba mengedukasi ibu-ibu agar memanfaatkan pekarangan sebagai ketahanan pangan dan penghijauan di lingkungan RW 03,” ungkap Abdul Rosyid, ketua sekaligus pembina kelompok tani di wilayah Kampung Sawah kepada Cendana News, Senin (26/4/2021).

Abdul Rosyid, pembina kelompok tani dan ikan hias di lingkungan  Kampung Sawah tengah menyiapkan materi pelatihan, Senin (26/4/2021) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, pembentukan kelompok tani di lingkungan Kampung Sawah sendiri tidak terlepas dari iktikad untuk melestarikan buah-buahan yang masih terjaga di perkampungan tersebut.

Tahap awal, kelompok tani di lingkungan tersebut diberi pelatihan terkait teknik budi daya rempang seperti bumbu dapur berupa jahe, cabai, dan lainnya. Rosyid pun mengaku, kerap mendatangkan tenaga pertanian bahkan kerap pula mendatangkan dari Mekarsari.

“Ada tenaga pengurus buah di sana juga satu kampus dulu di bidang pertanian. Kerap saya ajak untuk bersosialisasi di Kampung Sawah, sharing  soal pertanian dan menjaga kelestarian pohon buah yang usianya sudah ratusan tahun,” ungkap Rosyid.

Menurutnya, di Kampung Sawah sendiri selama ini sudah terbangun usaha seperti budi daya perikanan untuk jenis ikan hias. Bisa dikatakan wilayah Kampung Sawah menjadi salah satu sentra pemasok ikan hias disamping wilayah lainnya di sekitar Pondok Melati.

“Tapi untuk ikan hias, ibu-ibu petani dan lainnya belum memiliki wadah. Saya berinisiatif membuatkan wadah yakni Kelompok Tani Budi Daya Ikan Hias, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan petani buah,” ucap Rosyid.

Ia bermimpi ke depan, jika semuanya telah berjalan, terutama budi daya pertanian, misalnya saat panen duku maka akan ada expo khusus di Kampung Sawah yang menjual aneka produk hasil pertanian, perikanan dan buah.

“Saat ini dilakukan dengan cara swadaya, ke depan bisa ada langganan pasar khusus, setelah kebutuhan dapur sendiri terpenuhi, maka akan dijual secara gotong royong. Bahkan bisa melalui expo di Kampung Sawah saat musim buah duku, sayuran, rempah dapur dan ikan hias,” paparnya.

Saat ini, semua pelatihan dilakukan di lahan milik keluarga Rosyid terutama untuk pertanian seperti budi daya rempang-rempangan sebagai percontohan. Untuk budi daya ikan hias, di sini memang sudah jadi dan telah memiliki pasar sendiri. Hanya wadahnya saja yang belum terbentuk.

Produk ikan hias Kampung Sawah juga cukup terkenal di pasar Jakarta dan Bekasi, sehingga tidak heran pengepul datang dari berbagai tempat. Untuk mengambil aneka ikan hias di Kampung Sawah tersebut, ada pula yang berlangganan.

“Memanfaatkan lahan kosong milik keluarga, kami buat senyaman mungkin sebagai tempat sharing diskusi terkait pengembangan lingkungan Kampung Sawah,” pungkas Rosyid.

Ibu Rukayah, salah satu peserta KWT, mengaku banyak halaman di sekitar lingkungan RW 03 belum dimanfaatkan. Tapi, jelasnya harus menggunakan cara khusus agar bisa tertata apik.

“Kami berharap lingkungan RW 03 Kampung Sawah ini bisa memberi dampak positif bagi lingkungan dan warga,” ucap dia.

Lihat juga...