Tanaman di Flotim Rusak Akibat Hujan dan Angin Kencang

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Hujan dan angin kencang menyebabkan tanaman perkebunan  termasuk tanaman kopi milik warga Kampung Leworook, Desa Leraboleng, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam tumbang.

“Hujan dan angin kencang menyebabkan tanaman kopi terutama jenis Arabika rentan sekali patah dahannya,” kata Yosef Lawe Oyan, petani Desa Leraboleng, saat ditemui di rumahnya, Senin (5/4/2021).

Yolan sapannya menjelaskan, petani mulai khawatir dengan situasi angin kencang sebab jika berkepanjangan maka tanaman kopi petani terancam tumbang.

Yosef Lawe Oyan saat ditemui di Kampung Leworook, Senin (5/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia mengakui para petani kopi mulai menopang dahan-dahan tanaman kopi dengan kayu agar tidak patah dan pohonnya tumbang.

“Dahan kopi yang terancam patah kami harus topang dengan kayu agar tidak patah tertiup angin kencang ditambah hujan lebat,” ucapnya.

Sementara itu, Yosefus salah seorang petani yang ditemui di pinggir jalan di Desa Konga Kecamatan Titehena menyebutkan banyak tanaman pisang milik warga tumbang.

Yosefus mengakui banyak pohon pisang di sepanjang jalan negara dari Desa Konga menuju Desa Lewolaga banyak tumbang dan berserakan di jalan akibat angin kencang.

“Angin kencang melanda sejak kemarin hingga hari ini pun masih terjadi angin kencang sejak pagi tadi. Memang kalau angin kencang pisang memang rentan tumbang,” ujarnya.

Yosefus mengakui, selain tanaman pisang, banyak tanaman perkebunan seperti kakao juga banyak yang rusak terkena pohon tumbang termasuk pisang yang tumbang dan menimpa tanaman lainnya.

“Rata-rata tanaman padi dan jagung yang ditanam di kebun sudah mulai panen sehingga petani tidak mengalami banyak kerugian,” ungkapnya.

Lihat juga...