Lebaran CDN

Tekan Inflasi, Disdagperin Bekasi Gencarkan Operasi Pasar Murah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi mencatat harga komoditas seperti gula, cabai merah, bawang putih, bawang merah, beras, kentang, dan daging ayam hingga minggu kedua April 2021 mengalami kenaikan.

“Hingga minggu kedua bulan ini, dilaporkan beberapa komoditas terus mengalami kenaikan di Kota Bekasi, meski demikian tidak terlalu signifikan,” ungkap Teddy Hafni, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang baru, kepada Cendana News, Selasa (27/4/2021).

Untuk itu jelasnya, pemerintah terus menggandeng pihak lain untuk melakukan operasi pasar sebagai salah satu upaya menekan harga. Melalui operasi pasar murah dengan fokus utama bahan pokok, juga melalui kerjasama dengan pelaku usaha.

Menurutnya, terkait kenaikan harga bahan pokok, menjadi kekhawatiran banyak masyarakat menyambut Idulfitri. Namun demikian Teddy menegaskan, bahwa pemerintah melalui dinas perdagangan terus melakukan upaya menekan harga tetap stabil.

“Harga bahan pokok naik menjelang hari raya Idulfitri, selalu terjadi kenaikan, sepertinya menjadi hukum alam. Kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan dikarenakan jumlah permintaan barang terus meningkat, sedangkan jumlah barang yang tersedia tetap atau cenderung berkurang,” tandasnya.

Melalui operasi pasar murah yang telah berjalan tersebut menjadi upaya menekan harga. Pastinya jelas Teddy, harga bahan pokok yang dijual saat pelaksanaan operasi pasar lebih murah dibandingkan harga umum. Untuk itu ia mengajak warga Kota Bekasi hadir di wilayah yang telah ditentukan.

Pelaksanaan operasi pasar murah itu juga menjadi salah satu upaya dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai bentuk upaya antisipasi meredam kenaikan harga-harga sejumlah komoditas yang memicu terjadinya inflasi.

“Kami gencarkan operasi pasar murah sebagai salah satu upaya untuk membantu menekan laju inflasi di Kota Bekasi,” ujarnya.

Sekretaris Disdagperin Kota Bekasi, Romy Payan, menambahkan, bahwa terkait harga pemicu inflasi menjadi perhatian khusus pemerintah. Hal ini karena suasana bulan Ramadan masih dalam kondisi pandemi, pasar murah bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.

“Kebutuhan sembako menjadi fokus pemerintah dalam upaya pengendalian harga yang selalu naik saat Ramadan dan Idulfitri,” tukasnya.

Lihat juga...