Tim SAR Flotim Evakuasi 58 Jenazah Korban Banjir Bandang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Tim SAR Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu (4/4/2021) berhasil mengevakuasi sebanyak 59 jenazah korban banjir bandang dan longsor yang melanda 3 kecamatan di Pulau Adonara.

Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur, NTT, Agustinus Payong Boli saat ditemui di Kota Larantuka, Senin (29/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Hingga sore ini sudah berhasil dievakuasi 58 jenazah korban yang meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Pulau Adonara,” sebut Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), NTT, Agustinus Payong Boli saat dihubungi, Minggu (4/4/2021).

Agus sapaannya menyebutkan, dari 58 jenazah tersebut, 54 jenazah ditemukan di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng sementara 4 lainnya merupakan warga Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur.

Sementata itu, sebutnya, tiga orang warga Desa Riang Baran, Kecamatan Wotan Ulumado yang dikabarkan hilang masih belum ditemukan dan sedang dalam proses pencarian.

“Selama proses pencarian korban, pemerintah dibantu oleh aparat TNI dan Polri serta masyarakat. Alat berat masih sulit dimobilisasi ke lokasi kejadian karena ada ada jembatan yang putus,” ujarnya.

Selain itu tambah Agus, beberapa ruas jalan di Pulau Adonara masih tertimbun material longsor dan banjir bandang sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu agar mobilisasi kendaraan bisa lebih mudah.

Pemerintah juga ucapnya, terus berusaha mendistribusikan bantuan bahan makanan, tenda dan obat-obatan kepada warga terdampak selain fokus mencari korban jiwa.

“Saat ini kita sudah membuka posko dan menyediakan dapur umum guna melayani warga yang mengungsi. Kita berharap agar ada bantuan dari pemerintah pusat baik dari Kementrian Sosial maupun BNPB dalam membantu penanganan bencana,” pintanya.

Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Lenny Grachyelin mengatakan puluhan rumah warga masih tertimbun longsor serta rumah warga yang hanyut terbawa banjir.

Lenny menambahkan, beberapa jembatan juga putus dan BPBD Flores Timur masih terus melakukan pendataan korban jiwa maupun kerusakan yang terjadi serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Kendala yang dihadapi terkait akses satu-satunya ke Pulau Adonara harus melewati laut dari Kota Larantuka. Hujan diserta angin kencang menyebabkan gelombang tinggi sehingga akses pelayaran tidak diperbolehkan,” terangnya.

Lihat juga...