Tingkatkan Kualitas PTS, LLDikti Wilayah VI Dorong Penggabungan Bentuk

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Secara regulasi, diupayakan jumlah perguruan tinggi di Indonesia, lebih sedikit namun berkualitas, sehingga dapat menampung dan melakukan proses pembelajaran kepada mahasiswa dengan lebih baik.

Dibandingkan, jumlah PT yang banyak, namun dalam kondisi tidak sehat, dan berdampak pada mahasiswa, baik secara kualitas, keberlangsungan studinya, serta pasca kelulusannya.

“Untuk itu, kita mendorong adanya penggabungan atau perubahan bentuk perguruan tinggi swasta (PTS), yang ada di Jateng, dalam upaya meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi tersebut,” papar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jateng, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, saat dihubungi di Semarang, Kamis (8/4/2021).

Dirinya menjelaskan, pada Selasa (6/4/2021) lalu, menyerahkan surat keputusan (SK) penggabungan dan perubahan bentuk PTS di Jateng secara online, yakni penggabungan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Harapan Bangsa dengan Akademi Bahasa Asing Harapan Bangsa, menjadi Politeknik Harapan Bangsa Surakarta di Kota Surakarta.

Selain itu, juga ada penyerahan SK perubahan bentuk dari Akademi Keperawatan Insan Husada Surakarta, menjadi Politeknik Insan Husada Surakarta, di bawah Yayasan Amanah Insan Husada Sejahtera.

“Ini menjadi upaya dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran di PTS. Termasuk menciptakan PTS yang sehat,” tandasnya.

Ada banyak contoh PTS yang berhasil meningkatkan kualitas institusi, hingga tidak hanya sehat namun juga unggul, melalui penggabungan atau perubahan bentuk. Misalnya Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yang merupakan penggabungan antara Institusi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI dan Akademi Teknologi Semarang.

Demikian juga dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, yang merupakan penggabungan empat perguruan tinggi di bawah Yayasan Dian Nuswantoro dan Yayasan Lintang Nuswantoro (STMIK-STIE-STBA Dian Nuswantoro dan STKES Lintang Nuswantoro).

Sementara, Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jateng, Dr. Lukman ST M.Hum, menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi, untuk melakukan evaluasi kinerja akademik terhadap PTS di bawah kewenangan LLDikti.

“Tim akan melakukan evaluasi dan pendampingan, sehingga PTS tersebut bisa sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Namun apabila tidak sesuai, maka perguruan tinggi yang bersangkutan direkomendasikan untuk dilakukan penggabungan (merger). Hal ini dilaksanakan supaya mahasiswa yang terdaftar dapat segera diselamatkan, mengingat berbagai lapangan pekerjaan saat ini mempersyaratkan status akreditasi PT dari pelamar pekerjaan,” terangnya.

Di satu sisi, pihaknya juga tidak segan mengusulkan pencabutan izin operasional PTS yang bersangkutan, apabila sudah tidak diselamatkan lagi.

“Kita mengimbau dan pendampingan kepada pengelola PTS, untuk melakukan update data kondisi terbaru melalui sistem yang sudah dikembangkan baik oleh pusat (PDDikti) maupun LLDikti Wilayah VI, yang akan muncul secara real time di dashboard LLDikti Wilayah VI. Ini juga sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Lihat juga...