Lebaran CDN

Tips Mudah Khatam Al-Qur’an 30 Juz di Bulan Ramadan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ramadan adalah bulan yang paling dinantikan bagi seluruh umat muslim di dunia. Di bulan penuh keberkahan itu, semua perbuatan baik akan dinilai ibadah dengan ganjaran pahala berlipat ganda.

Salah satu keistimewaan bulan Ramadan adalah karena di dalamnya kitab suci Al-Qur’an pertama kali diturunkan, sebagai penunjuk jalan bagi umat manusia. Oleh karena itu, di bulan ini sangat dianjurkan membaca Al-Qur’an, terutama mengkhatamkannya.

Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Jamaluddin M. Marki berbagi tips bagaimana cari cepat dan mudah mengkhatamkan Al-Quran selama bulan suci Ramadan.

Tips pertama adalah menggunakan jumlah juz dalam Al-Qur’an. Caranya gunakan Mushaf Al- Qur’an yang dicetak per-juz, biasa disebut mushaf khataman. Satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman.

“Gunakan sistem target, jika 1 hari dibaca 1 juz dalam sebulan akan khatam. Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz yang panjangnya bervariasi, jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap hari,” ujar Jamaluddin saat dihubungi Cendana News, Kamis (15/4/2021).

Tips kedua, kata Jamaluddin, adalah menggunakan jumlah lembar dalam tiap juz Al-Qur’an; apabila dirasakan berat untuk menamatkan 1 juz di satu waktu (misalnya ba’da tarawih/atau ba’da subuh), dapat dipertimbangkan tips yang satu ini, yaitu dengan membagi jumlah lembar dalam 1 juz kemudian dibaca setiap selesai salat wajib.

Mushaf Al-Qur’an yang umum beredar di Indonesia, rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar (ada juga yang lebih). Sebagai contoh jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, kemudian dibagi dengan 5 (waktu salat), maka tiap selesai salat hanya akan membaca 2 lembar saja.

“Lebih enteng bukan? dan pastinya pembaca akan merasa tidak terlalu berat dan tetap bisa menamatkan 1 juz per hari. Silakan diatur saja dalam membagi jumlah lembar tiap juz lainnya dengan 5 waktu salat,” jelas Jamaluddin.

Adapun tips ketiga, menggunakan jumlah lembar (halaman) Mushaf Al-Qur’an. Jumlah halaman pada mushaf Al-Qur’an berbeda-beda. Sebagai contoh, Mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama memiliki 604 halaman. Agar bisa khatam hingga akhir bulan Ramadan ini (dengan asumsi 29 hari), maka setiap hari harus membaca 21 atau 22 halaman.

“Ini bisa dibaca dengan variasi waktu kapan pun dalam 1 hari tersebut, dengan target 21 halaman per hari. Jika tidak bisa menyelesaikan 11 lembar (21 halaman) sekaligus, sebaiknya bawa selalu mushaf Al-Qur’an atau gunakan aplikasi Al-Qur’an Digital pada smart phone dan manfaatkan waktu-waktu luang,” tukasnya.

“Misalnya: Saat jam istirahat kantor/sekolah; saat macet di jalan atau menunggu angkutan umum atau di dalam kendaraan, dan kondisi lainnya,” sambung Jamaluddin.

Bagaimana dengan wanita yang memiliki siklus menstruasi, mungkinkah bisa mengkhatamkan Al-Qur’an? Jika masa haid datang pada awal Ramadan, maka dia bisa membagi 30 juz Al-Quran dengan sisa hari masa suci selama Ramadan. Jika dia belum tahu kapan masa haid datang, usahakan membaca lebih dari 1 juz per hari. Contoh 1,5 sampai 2 juz. Semakin banyak semakin bagus. Ini bisa menjadi simpanan, jika siklus menstruasi itu datang.

“Kuncinya sebenarnya lebih kepada niat masing-masing individu. Jika memang berniat betul-betul ingin mengkhatamkan Al-Qur’an, dengan izin Allah pasti bisa tercapai. Semakin banyak lagi halaman Al-Qur’an yang bisa dibaca, otomatis bisa lebih cepat mengkhatamkan Qur’an,” pungkas Jamal.

Lihat juga...