Lebaran CDN

‘Tuka-Tuku’ Angkat Nasib UMKM di Tengah Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga terus gencar mempromosikan program tuka-tuku, sebab program yang sudah mencapai omzet ratusan juta tersebut diklaim mampu mengangkat nasib pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan, sejak menggandeng situs penjualan online ternama, omzet program tuka-tuku terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini sudah terjadi transaksi lebih dari 1.300 kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp 300 juta lebih.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Selasa (13/4/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“UMKM di Purbalingga sangat tertolong dengan adanya program tuka-tuku ini dan kita akan terus dorong untuk peningkatan omzetnya. Termasuk kepada jajaran forkompinda serta para pegawai di lingkungan Kabupaten Purbalingga, terus kita dorong untuk berbelanja melalui program tuka-tuku, karena kita yang harus mengawali untuk berbelanja produk UMKM melalui tuka-tuku,” jelasnya, Selasa (13/4/2021).

Program tuka-tuku ini dimulai pada akhir tahun 2019, kemudian memasuki tahun 2020, tertabrak pandemi Covid-19. Bupati yang biasa disapa Tiwi ini mengakui, jika selama pandemi kenaikan omzet penjualan program tuka-tuku sempat tersendat karena daya beli masyarakat yang juga menurun. Namun, saat ini kondisinya berangsur sudah mulai pulih.

Lebih lanjut Tiwi menyampaikan, membangkitkan sektor UMKM merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran. Karenanya program tuka-tuku terus mendapat perhatian.

“Semua program tentu ada kendala, termasuk tuka-tuku ini, kita belajar dari banyak kegagalan marketplace di beberapa daerah, karena itu kita langsung menjalin kerjasama dengan pihak yang sudah berpengalaman untuk membantu menyediakan marketplace,” terangnya.

Melalui program tuka-tuku ini, Pemkab Purbalingga berhasil memfasilitasi berbagai produk UMKM. Mulai dari penjualan, memfasilitasi tampilan produk di etalase digital, menyediakan ruang pamer UMKM, ruang stok atau gudang, packing, branding dan lain-lain. Pelaku UMKM juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya.

“Pemkab juga memberlakukan persyaratan ketat terkait mutu produk yang masuk program tuka-tuku, sehingga kepercayaan konsumen bisa dijaga. Selain itu, ketersediaan produk juga harus mampu melayani permintaan dengan jumlah yang cukup,” ucap Tiwi.

Salah satu pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga, Widi mengatakan, saat ini penjualan minuman kemasan yang dijalaninya sudah mulai stabil. Omzet berangsur mulai pulih, setelah kemarin sempat dihantam pandemi. Bahkan, sekarang pemesanan produk minuman kemasan tersebut sudah merambah ke kabupaten tetangga, yaitu Banyumas.

“Menjelang puasa kemarin, penjualan mulai meningkat, dalam satu hari penjualan sudah lebih dari 100 cup. Paling banyak memang pemesanan melalui online dan kita memang menyediakan jasa COD untuk menarik pembeli,” tuturnya.

Lihat juga...