Lebaran CDN

Tunjangan RT dan RW Kota Bekasi Belum Dibayarkan

Editor: Mahadeva

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Rudy Heriyansah - Foto M Amin

BEKASI – Tunjangan atau honorium bagi para Ketua RT dan RW di Kota Bekasi hingga kini belum terbayarkan. Hal tersebut dipertanyakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Rudy Heriyansah, Sabtu (24/4/2021).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi, sudah menyepakati untuk memberikan kembali dana insentif kepada Ketua RT dan RW. Dana insentif ini sempat dihentikan di Juni 2019, karena keuangan Daerah yang sedang tak stabil.

Insentif tersebut sebesar Rp1,75 juta untuk Ketua RW dan Rp1,25 juta untuk Ketua RT, dipakai untuk operasional seperti mengurus administrasi kependudukan. Pemerintah lalu mengganti dengan nomenklatur biaya operasional. Tapi, dalam draft anggaran daerah 2020 yang disampaikan kepada DPRD, nilainya lebih rendah dibandingkan nilai insentif sebelumnya.

“Nah, saat ini saya ditanya terus oleh para Pengurus RT dan RW mempertanyakan tunjangan operasional, apalagi ini mau menyambut Lebaran,” ungkap Rudy Heriyansah, Sabtu (24/4/2021).

Lewat Pansus 4, Rudy sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, sudah menganggarkan dana operasional untuk Ketua RT dan RW. Namun untuk pagu anggarannya tidak sebesar sebelumnya.

Menurutnya, saat ini RT dan RW sangat membutuhkan keberadaan dana intensif atau operasional itu. Mereka menyebut, keberadaan dana tersebut sangat membantu dalam upaya meningkatkan pelayanan publik ditingkat RT dan RW. “Jadi, karena sudah di anggarkan, kita berharap sebelum Lebaran nanti dana operasional atau intensif buat RT dan RW dapat segera dicairkan oleh Pemerintah Kota Bekasi, karena itu sangat diharapkan oleh para Pengurus RT dan RW. Di Kelurahan Pejuang, ada sebanyak 33 RW yang menggarap tunjangan dana operasional untuk RT dan RW cair di bulan Ramadhan ini,” harap Rudy.

Ketua Forum Komunikasi RW, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Supono menyebut, telah mengadukan belum dicairkannya dana operasional tersebut ke anggota dewan. Keberadaan dana tersebut sangat meringankan beban para Ketua RT dan RW, karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat.

Selama ini, pengeluaran lumayan besar dari kocek sendiri setiap bulannya untuk kepentingan lingkungan. Untuk itu, dia sebagai Ketua Forum RW Kelurahan Pejuang, berharap Dewan bisa memperjuangkan honor RT dan RW, supaya bisa dicairkan kembali. “Kami dari Forum Komunikasi RW, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, sempat mengirim pesan Whatsapp ke Bapak Rudy Heryansah yang isinya berharap dapat memperjuangkan dana operasional RT dan RW,” jelasnya.

Supono, mengaku mewakili suara pengurus RT dan RW di tempatnya. Semuanya sangat mengharapkan untuk dapat dicairkan, karena menunjang kebutuhan lingkungan dalam mengantisipasi warga yg terpapar CoVID-19. “Besar harapan kami kepada Bpk Dewan agar bisa terealisasi. Terima kasih,” terangnya.

Kabag Pemerintahan Pemkot Bekasi, Ferdi mengatakan, bantuan operasional RT dan RW akan cair di bulan ini. “Itu bukan honor, tapi bantuan operasional RT dan RW,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan batuan operasional telah diatur untuk makan minum kegiatan RT atau RW, biaya operasional kegiatan RT dan RW. “Jadi dana bantuan tersebut bukan untuk pribadi, tetapi lebih ke operasional RT dan RW. Lalu untuk teknis pencairannya melalui transfer rekening RT dan RW. Kan saat mengajukan pengurus mereka kita minta rekening di BJB atas nama ketua dan bendahara RT dan RW. Nah nanti ditransfer ke rekening masing-masing,” ungkapnya.

Terkait besarannya yang diberikan, Ferdi menyebut, hanya empat bulan (Januari, Februari, Maret, April). Kalau RT besarannya se-tahun Rp5 juta, dan kalau RW Rp7 juta. “Tinggal dijumlah saja Rp5 juta untuk RT dibagi 12 bulan sekitar Rp400 ribu-an dikali empat bulan jadi Rp1,600.000. Kalau RW Rp7 juta per-tahun dibagi 12 bulan sekitar Rp600 ribuan, dikali 4 bulan, sekitar Rp2,400.000,” paparnya.

Menurutnya, semua telah dipersiapkan dengan lurah dan pihak kasubag keuangan kecamatan, dan di April ini akan diberikan.

Lihat juga...