Ubah Bungkus Kopi Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kerajinan menggunakan bahan limbah plastik aneka minuman seperti bungkus kopi banyak dikembangkan di Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai tambahan penghasilan bagi keluarga melalui kreasi bermacam bentuk.

Adalah Ibu Mega, salah satu penjual aneka kopi di lokasi wisata Situ Rawa Gede, Kota Bekasi, mengaku telah lama memanfaatkan limbah bungkus kopi menjadi aneka kreasi seperti kotak tisu, tikar, lampion dan rak.

Untuk bahan baku seperti bungkus kopi, juga dihasilkan dari pengumpulan sampah plastik pada beberapa penjual kopi dengan aneka jenis di lingkungan Situ Rawa Gede.

“Lumayan hasilnya, kami kreasikan melalui Kelompok Posyandu. Banyak juga peminat, ada saja yang order. Untuk kotak tisu biasa dijual Rp35 ribu,” jelas Ibu Mega, kepada Cendana News, Rabu (7/4/2021).

Berjualan di salah satu stand di lokasi Situ Rawa Gede, jadi modal Ibu Mega untuk memasarkan hasil kerajinan yang dikerjakan. Bahkan banyak juga yang langsung belajar untuk membuat kerajinan.

Membuat kerajinan bagi Ibu Mega, bagian dari hobi. Memerlukan waktu luang karena butuh fokus khusus untuk menganyam dan menjadikan satu kerajinan.

“Kerajinan anyaman limbah plastik bekas kopi, memiliki keunikan. Sebenarnya bukan hal baru, tapi ada kepuasan sendiri bisa menganyam. Hampir sama dengan menjahit lupa segalanya,” ungkap Ibu Mega.

Untuk harga biasanya tergantung pada jenis kerajinan, biasanya untuk satu tempat tisu membutuhkan 120 plastik bungkus kopi. Untuk jadinya pun perlu waktu seharian.

Krisda Ketua KPPL Situ Rawa Gede,  mengaku banyak di lokasi tersebut memanfaatkan limbah dalam penataan lingkungan. Tidak hanya dijadikan kerajinan tapi untuk menghiasi kawasan Situ menggunakan bahan ramah lingkungan.

“Banyak kerajinan yang biasa dilestarikan oleh ibu-ibu di Situ Rawa Gede. Mereka biasa bawa untuk di pajang di kios saat akhir pekan untuk di jual ke pengunjung,”papar Krisda.

Kreativitas menjadi bagian dari pengembangan UMKM bagi kampung sekitar Situ Rawa Gede, Bojongmenteng, di samping kedai yang menjual aneka jenis jajanan khas Betawi.

Menurutnya pengelola KPPL Situ Rawa Gede biasa ikut pelatihan kerajinan bersama Lapas Bulak Kapal, bagi pengelola di lingkungan Bojongmenteng

“Situ Rawa Gede adalah satu inovasi pemuda dalam mengelola kawasan kumuh menjadi tempat wisata yang memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Saya ingin mengajak seluruh pemuda untuk menuju perubahan lingkungan hidup mengubah tempat kumuh jadi tempat asyik bagi masyarakat,” tandasnya.

Lihat juga...