Lebaran CDN

Uji Coba Resep Berhasil, Teh Dede Buka Warung Soto Mie

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Tak seperti pedagang lainnya yang merasa kesulitan saat pandemi, pemilik warung soto mie Teh Dede menyatakan penjualan tetap mengalami peningkatan. Terutama saat akhir minggu.

Dede Marlia atau akrab dipanggil Teh Dede oleh para pelanggannya, menyatakan selama pandemi sejak setahun lalu, usahanya malah mengalami peningkatan penjualan.

“Terutama saat weekend, Jumat hingga Minggu. Kalau biasanya di hari biasa itu 25-30 mangkok, di weekend bisa lebih banyak,” kata Teh Dede saat ditemui di Kreo, Ciledug, Jakarta Barat, Selasa (13/4/2021).

Teh Dede menceritakan berawal dari kesukaan dirinya dan suami pada soto mie, maka pada tahun 2017 ia memutuskan untuk membuka usaha soto mie dengan resep hasil browsing di internet ditambah beberapa modifikasi yang dibuatnya berdasarkan pengalamannya mencicipi berbagai jenis soto mie.

Dede Marlia, pemilik warung soto Teh Dede yang memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus pada usaha kulinernya, saat ditemui di Kreo, Ciledug, Jakarta Barat, Selasa (13/4/2021). -Foto Ranny Supusepa

“Sebenarnya ide ini muncul secara tidak sengaja. Aku dan suami memang pecinta berat soto mie. Kalau ada soto mie enak, selama masih gak terlalu jauh lokasinya, akan kita datangi. Sampai akhirnya aku coba bikin soto mie sendiri dengan resep dari Google tapi aku tambah modifikasi racikan bumbu yang lain supaya terasa aroma rempahnya. Ternyata pas bikin soto mie dengan resep ini, semua di rumah pada suka,” tuturnya.

Karena dirinya masih bekerja, di awal Teh Dede hanya mempersiapkan kuahnya saja. Sementara untuk persiapan bahan lain dan menjaga warung, ia mempekerjakan asisten.

“Tapi namanya dipegang orang lain, progresnya tidak terlalu berkembang. Sampai akhirnya, di akhir tahun 2018, saya memutuskan untuk resign dari kantor dan fokus mengembangkan warung soto mie,” ucapnya.

Keputusan untuk fokus pada usahanya ini, ternyata tidak sia-sia. Terlihat peningkatan signifikan pada penjualan di warung miliknya ini.

“Alhamdulillah setelah langsung dipegang sendiri, perkembangannya lebih cepat dari sebelumnya. Apalagi didukung oleh jualan by online lewat Go Food dan Grab Food, jadi makin cepat berkembang,” ucapnya lebih lanjut.

Masa pandemi maupun masa puasa, dinyatakan oleh Teh Dede tidak banyak mempengaruhi penjualan di warungnya.

“Kalau biasanya buka di siang hari, pas puasa begini, bukanya jam 4 sore. Ya fokusnya untuk bukaan puasa. Tutupnya sih sama seperti hari biasa jam 9 malam. Kalau mau pesen buat sahur juga boleh. Tapi jangan dadakan pas deket sahur baru pesen ya,” katanya sambil tertawa.

Ia menyatakan dari banyak pelanggan yang sudah mencicipi dan selalu kembali untuk memesan, disampaikan bahwa alasan para pelanggannya kembali adalah karena aroma rempah yang kuat dan kuahnya yang segar.

“Kekhasannya mungkin aroma rempahnya yang kuat, jadi kuahnya itu segar rasanya. Selain itu, banyak yang bilang kuah soto mie aku itu tidak terlalu berminyak kayak kuah soto mie lain,” ucapnya.

Dan mungkin juga, karena harganya yang tidak terlalu mahal menjadi pertimbangan para pelanggan. Untuk satu porsi soto mie daging risol, harganya adalah Rp16 ribu. Soto mie kikil risol itu Rp12 ribu, soto mie komplet yang isinya daging, kikil dan risol Rp18 ribu, Sop daging risol Rp20 ribu dan Soto mie daging bakso itu Rp22 ribu.

“Ada juga menu bukan soto mie. Ada soto Lamongan, Rp13 ribu seporsi, Pempek kapal selam Rp20 ribu dan Bakso tahu Rp15 ribu,” ucapnya.

Rencana kedepannya, Teh Dede ingin memulai armada keliling dengan motor.

“Aku sudah beli 2 motor dan 2 rombong yang siap untuk dipakai keliling. Cuma sedang mencari SDM yang pas sampai sekarang belum ketemu. Insyaaallah abis lebaran ini aku mau coba fokus untuk garap yang soto mie keliling pakai motor ini,” pungkasnya.

Lihat juga...