Umat Katolik Diminta Memaknai Paskah dengan Memperbaiki Diri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Ratusan umat Katolik memadati Gereja Santo Yohanes Paulus II Centrum, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengikuti ibadah misa Paskah.

Dalam khotbahnya, Pater Ryan meminta agar umat Katolik memaknai perayaan Paskah dengan memperbaharui diri dan bangkit dari dosa guna menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Mari kita bangkit dari tidur kita dunia kita yang penuh dosa agar bisa bersama Yesus menuju kemuliaan,” kata Pater Ryan dalam misa Paskah di gereja Santo Yohanes Paulus II Centrum, Kelurahan Nangameting, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,  Minggu (4/4/2021).

Pater Ryan mengajak umat Katolik agar bangun dari tidur panjang yang bergelimang dosa dan meninggalkan segala kebiasaan jelek guna bersiap menuju keabadian kekal.

Dia menyebutkan, kedua perempuan yang menuju makam Yesus menemukan kubur batu telah kosong dan hanya terdapat kain kafan yang tergeletak di dalam makam tersebut.

“Hal ini membuktikan bahwa Yesus telah bangkit karena makam telah kosong dan hanya ada kain kafan. Yesus yang terbaring selama 3 hari di dalam kubur telah bangkit,” ucapnya.

Pater Ryan mengatakan, kebangkitan Kristus melepaskan dosa yang ada dalam diri umat-Nya dan mari menyerahkan bilur-bilur dosa ke dalam diri Yesus, Sang Juru Selamat.

Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam pesan Paskah menyebutkan, tahun 2021 ini umat Katolik merayakan hari raya Paskah dalam keprihatinan.

Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo saat perayaan Paskah di Gereja Santo Paulus, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT saat disaksikan, Minggu (4/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Robi sapaannya menyebutkan, banyak warga di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka maupun NTT mengalami bencana abrasi dan banjir rob akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

“Tahun ini, kita merayakan Paskah dalam keprihatinan karena saudara-saudara kita pada beberapa wilayah mengalami bencana abrasi,” sebutnya.

Robi menyebutkan, di tengah Pandemi Covid-19, semua harus tetap menggerakkan diri untuk beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dirinya meminta agar segenap umat Katolik jangan takut, tetapi tetap waspda dalam melaksanakan aktivitas keseharian, sebab sektor ekonomi harus tetap dijaga agar stabil.

“Kita tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sektor ekonomi harus tetap dijaga agar stabil,” sarannya.

Lihat juga...