Lebaran CDN

Usaha Belum Pulih, Misdi Butuh Suntikan Modal

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Anggota Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap yang juga nasabah Modal Kita, Misdi sebenarnya merupakan sosok yang tekun dan pantang menyerah. Terbukti dari usaha rongsok, ia bisa beralih memproduksi telur asin. Namun, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat usaha telur asinnya terpaksa harus tutup.

Karena kehabisan modal, Misdi akhirnya kembali pada pekerjaan awal, yaitu mencari barang rongsok. Usaha ini modalnya relatif lebih sedikit dibanding usaha telur asin. Namun, hasil rongsok tentu saja tidak sebanyak saat ia masih memproduksi telur asin.

“Sekarang masih jalan rongsok, karena belum terkumpul modal untuk memulai usaha telur lagi,” katanya, Kamis (29/4/2021).

Misdi membutuhkan suntikan modal untuk kembali memulai usaha telur asin, di Cilacap, Kamis (29/4/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk memulai usaha barang rongsoknya, Misdi mengaku hanya membutuhkan modal sekitar Rp 3 juta. Barang rongsok tersebut langsung dijual ke pengepul, sehingga ia bisa langsung mendapatkan uang.

“Kalau sehari dapat banyak, bisa langsung dijual ke pengepul, tetapi kalau sedang tidak terlalu banyak, biasanya saya simpan dulu di rumah, sambil mencari rongsok lagi,” kata bapak tiga anak ini.

Warga Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap ini mengaku penghasilannya dari rongsok belum stabil akibat situasi pandemi. Meskipun ruang gerak sudah lebih leluasa untuk mencari barang rongsok, namun penjualannya masih dihargai rendah.

“Kalau pendapatan dari rongsok kecil, hampir sama dengan tukang kuli bangunan, bahkan terkadang tidak menentu,” ucapnya.

Akibatnya, sampai saat ini Misdi mengaku belum bisa melunasi tunggakan angsuran yang masih menjadi tanggungannya di koperasi. Melihat hasil usaha rongsok yang tidak menentu, sebenarnya Misdi berkeinginan untuk kembali memproduksi telur asin, namun ia terkendala modal.

“Untuk kembali memulai usaha telur asin, setidaknya saya butuh modal awal sekitar Rp7- 8 juta. Dan sampai saat ini belum ada gambaran sama sekali untuk mendapatkan modal usaha tersebut, jadi terpaksa masih tetap jalan dengan rongsok untuk sementara waktu,” tuturnya.

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap, Puji Heri Santoso mengatakan, sebelumnya pembayaran angsuran Misdi berjalan lancar. Awalnya ia mendapatkan pinjaman Modal Kita Yayasan Damandiri Rp2 juta. Di tengah usahanya, ia kembali mendapat tambahan bantuan modal Rp3 juta, sehingga Misdi bisa memproduksi telur asin lebih banyak.

“Usaha telur asinnya  berjalan lancar dan pembayaran angsuran ke koperasi juga lancar selama satu tahun lebih. Sampai dengan pandemi tahun lalu, usaha Pak Misdi terdampak dan tidak bisa lagi membayar angsuran,” katanya.

Lihat juga...