Lebaran CDN

Usaha Ikan Cupang di Bogor Masih Menjanjikan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Naiknya popularitas ikan hias di masa pandemi, masih menjanjikan keuntungan bagi para pebisnis ikan hias jenis Cupang. Mereka pun optimis usaha ikan Cupang akan terus memberikan keuntungan signifikan.

Pemilik Aigio Beta, Danny Wibawa, S.Pi., mengaku menjual ikan Cupang dengan dua cara. Yakni, untuk kategori bahan harganya berkisar antara Rp25-Rp30 ribu per ekor, dengan pembelian minimal 10 ekor. Sementara untuk yang penjualan satuan, harganya berkisar antara Rp100 – Rp600 ribu per ekor.

“Kalau ditotal, sebulan saya bisa dapat dua digit,” kata Danny, saat ditemui di tempat breeding Cupang miliknya di kawasan Cilebut, Bogor, Selasa (20/4/2021).

Pemilik Aigio Beta, Danny Wibawa, SPi, menceritakan tentang usaha ikan Cupang di Cilebut, Bogor, Selasa (20/4/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Ia menyebutkan, jenis ikan Cupang yang dijualnya adalah Cupang Giant, misalnya Koi Multicolor dan Plakat Headbold.

“Penjualan ikan Cupang ini memang belum lama booming. Harapannya, ke depan akan ada jenis-jenis baru, juga diadakan kontes-kontes. Sehingga pasar tetap stabil,” ucapnya.

Selain menjual ikan cupang, Danny juga melakukan pengembangbiakan ikan Cupang, menerima jasa perawatan bagi ikan yang dalam kondisi tidak baik serta menyediakan vitamin dan suplemen breeding untuk ikan Cupang.

“Untuk memelihara maupun melakukan breeding, ada hal yang perlu diperhatikan. Yaitu, airnya cocok dengan ikan Cupang atau tidak. Harus diukur dengan alat yang sudah ada,” ungkapnya.

Agar sukses menjalankan bisnis ikan Cupang, Danny menyatakan peminat bisnis Cupang harus belajar memelihara terlebih dahulu.

“Kalau memang cocok dan berhasil, baru belajar breeding. Dan, barulah bisa merasakan bagaimana rasanya hasil bisnis ini,” tandasnya.

Senada, pengusaha Cupang di wilayah Tanah Sereal Bogor, Febri, menyatakan kalau dirinya menjual ikan Cupang dengan harga Rp100 hingga Rp500 ribu per ekor.

“Kalau ditotal, ya hasilnya lumayan. Kalau tidak bagus, saya tidak akan bertahan di bisnis ini sejak 2019,” kata Febri tertawa, tanpa mau menyebutkan angka pasti penjualannya setiap bulan.

Untuk penjualannya, ia menyebutkan selain untuk kawasan sekitar Bogor, juga melayani pemesanan dari luar kota.

“Karena saya pasang di online juga, ada yang pesan dari Kalimantan untuk yang sudah jadi. Kalau yang dekat-dekat sini, biasanya kios ikan yang ambil. Mereka untuk dijual lagi, jadi ambilnya yang belum jadi dan sekali ambil jumlahnya banyak,” urainya.

Ke depan, Febri mengharapkan ada bantuan modal untuk mengembangkan usahanya. “Semoga saja pemda bisa melihat potensi dari ikan Cupang ini. Sehingga kalau ingin mengembangkan usaha bisa dibantulah untuk permodalannya,” pungkasnya.

Lihat juga...