Lebaran CDN

Usaha Pembuatan Mainan Truk Oleng Tetap Eksis Kala Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor usaha kecil salah satunya usaha pembuatan mainan truk oleng. Armen, pemilik usaha pembuatan truk oleng mengaku tetap memproduksi permainan yang disukai anak-anak tersebut. Normalnya sebelum pandemi ia menjual mainan truk oleng ke sejumlah hiburan. Namun kini ia memilih melayani penjualan secara online.

Armen menyebut agar tetap eksis pembuatan mainan truk oleng tetap dilakukan memenuhi permintaan pengecer. Keahlian membuat truk oleng sebutnya diperoleh secara otodidak. Ia membeli satu permainan truk oleng lalu dibongkar untuk ditiru sejak dua tahun silam. Usaha tersebut lalu ditekuni menjadi sumber penghasilan dengan omzet jutaan rupiah.

Bahan pembuatan truk oleng sebut Armen mudah diperoleh dari toko bangunan. Bahan utama truk oleng sebutnya berupa triplek, kawat, ampelas, karet bekas kursi, cutter, stiker, cat, kaca faceshield, lampu LED. Sebagai salah satu usaha kecil yang ditekuni berbekal keahlian, ia mampu membuat satu unit mainan truk oleng perhari.

“Sebelumnya permintaan mainan truk oleng rata-rata sepuluh unit per pekan karena banyak yang berminat, namun semenjak pandemi Covid-19 hiburan yang dilarang berimbas pedagang permainan tidak berjualan menurunkan permintaan, namun produksi tetap rutin,” terang Armen saat ditemui Cendana News, Selasa (20/4/2021).

Proses penghalusan bagian truk oleng memakai ampelas buatan Armen di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Selasa (20/4/2021). -Foto Henk Widi

Sebagai solusi agar tetap menghasilkan uang, Armen mengaku tetap membuat mainan truk oleng. Semua proses dikerjakan olehnya dibantu sang anak. Proses pembuatan diawali dengan membentuk kepala mainan truk, bagian bak hingga interior. Setelah dirangkai bagian kepala, bak proses selanjutnya pembuatan ban, pemberian variasi lampu LED dan musik.

Mainan truk oleng sebut Armen dibuat seperti bentuk aslinya. Penambahan karet pada bagian ban membuat mainan truk bisa oleng sehingga disebut truk oleng. Saat diberi beban atau muatan truk yang ditarik akan tetap stabil. Pada bagian depan mainan truk oleng diberi  tali lalu ditarik memakai kayu. Tren permainan truk oleng membuat tingkat permintaan meningkat.

“Banyak warga yang membelikan anak anaknya mainan truk oleng untuk mengurangi penggunaan gawai,” ulasnya.

Harga mainan truk oleng sebut Armen dijual mulai Rp120.000 hingga Rp250.000 per unit. Mainan truk oleng sebutnya dibuat tanpa tambahan lampu dan musik dijual Rp120.000, dengan tambahan lampu LED dan musik dijual Rp250.000. Sesuai perhitungan dengan satu lembar triplek menjadi 9 mainan truk. Hasilnya ia bisa mendapat keuntungan puluhan ribu perunit dan omzet jutaan rupiah per bulan.

Agar lebih menarik setiap mainan truk oleng diberi stiker layaknya truk asli. Beberapa pelanggan merupakan toko permainan anak anak. Sejumlah mainan truk oleng sebagian dijual secara langsung dan online. Memanfaatkan media sosial Facebook, mainan truk oleng miliknya tetap laku terjual. Pemesan secara online selanjutnya akan datang ke rumahnya.

“Pembeli yang datang sebagian dijual kembali sebagian untuk anak anak,”ujarnya.

Nathanael, salah satu penyuka mainan truk oleng mengaku dibelikan oleh sang ayah. Mainan truk oleng yang dibeli seharga Rp120.000 per buah kerap dimainkan oleh anak anak sebayanya. Permainan yang dibuat dengan bahan triplek tersebut menjadi pilihan untuk pengisi waktu luang. Saat melakukan permainan truk oleng dilakukan bersama sekaligus mempererat kebersamaan.

Harsono, salah satu orangtua mengaku membelikan sang anak truk oleng. Permainan yang dibuat sebagai hasil usaha kecil tersebut membantu pelaku UMKM. Permainan tersebut menjadi cara untuk menghindari sang anak bermain gawai. Meski harga mencapai Rp120.000 per unit lebih awet daripada mainan mobil dengan memakai baterai.

Lihat juga...