Lebaran CDN

Usaha Transportasi Ketiban Berkah Warga Mudik Lebih Awal

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah pelaku usaha transportasi peroleh berkah imbas warga yang mudik lebih awal. Sejumlah warga yang akan pulang kampung atau mudik diakui Jhon, agen perjalanan bus membeli tiket saat awal puasa Ramadan.

Pemilik agen perjalanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) itu mengaku ada kenaikan permintaan reservasi tiket. Fenomena mudik lebih awal sebut John dampak dari larangan kendaraan penumpang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni.

Pada lebaran Idul Fitri tahun sebelumnya ia menyebut ratusan bus terpaksa putar balik ke sejumlah kota di Sumatera. Pada tahun ini sesuai aturan Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Bakauheni tidak melayani tiket penumpang.

Penutupan pelayanan tiket penumpang, kendaraan golongan I hingga VI A sebutnya diantisipasi pelaku usaha transportasi, pelaku perjalanan. Jhon menyebut pelaku perjalanan memilih strategi beri diskon. Pemberian diskon dilakukan saat pembelian tiket memakai aplikasi. Potongan sekitar 15-20% sebutnya dimanfaatkan sebelum larangan menyeberang memakai kapal.

“Ada kenaikan jumlah pesanan tiket sejak sepekan terakhir sekitar puluhan seat atau kursi dan diprediksi meningkat satu pekan sebelum akhir bulan April sebab larangan mudik diberlakukan mulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang,” terang Jhon saat ditemui Cendana News, Selasa (13/4/2021).

Jhon, pemilik usaha penjualan tiket bus asal Sumatera tujuan Jawa menunggu bus memuat pekerja asal Sumatera, Selasa (13/4/2021). -Foto Henk Widi

Pelaku perjalanan asal wilayah Lampung Selatan sebut Jhon digabung dengan penumpang asal Jambi, Palembang hingga Riau. Sejumlah bus AKAP ungkapnya yang tetap melayani perjalanan dominan bus malam. Perusahaan Otobus (PO) Handoyo, Harapan Jaya, Rhema Abadi, Lorena dan sejumlah bus menyediakan sekitar 40 seat. Tiket dipesan sepekan hingga dua hari sebelum keberangkatan.

Reservasi dengan sistem online untuk perjalanan bus AKAP sebut Jhon dengan tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur. Pemesan dominan pelaku usaha kuliner pecel lele asal Lamongan, Purbolinggo hingga Jember. Tarif tiket perjalanan bus AKAP asal Sumatera ke Jawa sebutnya menyesuaikan jarak. Warga yang akan mudik lebih awal memilih menghindari aturan ketat selama pandemi Covid-19.

“Saat ini pelaku perjalanan darat masih belum ketat diberlakukan syarat untuk rapid test antigen meski ada perusahaan otobus yang memfasilitasi di pool,” bebernya.

Tiket perjalanan dengan moda transportasi bus AKAP sebut Jhon dijual mulai harga Rp380.000 hingga Rp1 juta sesuai jarak. Jarak terjauh perjalanan bus asal Sumatera sebutnya dominan ke Banyuwangi dan Jember. Tingkat pemesanan harian tiket dihitung olehnya mencapai 10 hingga 30 orang. Jumlah itu kerap memilih bus berbeda sesuai tujuan. Dampaknya ia bisa mendapat kenaikan omzet Rp500.000 hingga Rp3 juta per hari dari penjualan tiket.

Anggiat Lubis, pelaku usaha jasa travel menyebut dua tahun aturan larangan mudik diantisipasi pelaku usaha. Selain itu sebagian warga yang mengetahui adanya larangan mudik melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni lebih cerdik. Sejumlah pelaku perjalanan tanpa ikatan dinas, pekerja lepas, wiraswasta memilih pulang lebih awal.

“Dampak bagi pelaku jasa travel mendapat penumpang lebih banyak diprediksi hingga mendekati awal bulan Mei,” tukas Anggiat.

Pelaku perjalanan travel berasal dari sejumlah kota di Lampung. Pelaku perjalanan naik dari terminal Rajabasa dan kota di Lampung. Mematok tarif mulai Rp30.000 hingga Rp100.000 ke berbagai tujuan, jumlah penumpang meningkat. Penutupan pelabuhan untuk pelaku perjalanan orang mulai 6-17 Mei sebutnya dipredksi merugikan jasa travel. Pelaku mudik lebih awal sebutnya menjadikan pendapatan jasa travel meningkat.

Niasari, pelaku usaha yang menjual oleh oleh kerupuk, kemplang, keripik mengaku memanfaatkan peluang. Normalnya pelaku usaha kecil berharap pada pemudik. Namun larangan mudik 6-17 Mei berimbas ia memilih membuka usaha lebih awal. Meski masih masa puasa Ramadan pergerakan pemudik lebih awal terlihat. Sejak sepekan dekati Ramadan ia bahkan bisa mendapat omzet  Rp500.000 lebih banyak dari hari biasa.

Peluang itu sebut Niasari dibaca oleh pedagang oleh oleh lain. Sejumlah pelaku usaha oleh oleh sebagian memanfaatkan tepi Jalan Lintas Sumatera. Selain menggunakan toko sebagian memilih membuat lapak dadakan. Pelaku perjalanan memakai bus, travel, motor dan kendaraan pribadi kerap yang membeli oleh-oleh untungkan pedagang.

Lihat juga...