Vaksin Massal Diprioritaskan Bagi Lansia ber-KTP Banyumas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Banyumas, Achmad Husein di rumah dinasnya, Minggu (4/4/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Kabupaten Banyumas dalam lima hari terakhir telah melakukan vaksinasi Covid-19 massal yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto. Namun, karena keterbatasan stok, bagi warga yang tidak memiliki Kartu Tanpa Penduduk (KTP) Banyumas, belum mendapat jatah vaksin.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menekankan, vaksin massal diprioritaskan untuk warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dan memiliki KTP Banyumas. Bagi warga yang lansia dan sudah menetap lama di Banyumas, tetapi tidak memiliki KTP Banyumas, tetap tidak mendapat jatah vaksin.

“Stok vaksin masih terbatas, karena distribusinya bertahap, jadi kita prioritaskan untuk lansia yang asli warga Banyumas terlebih dahulu,” jelasnya, Minggu (4/4/2021).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, awalnya untuk vaksin massal hari pertama, hanya ada kuota untuk 500 orang, kemudian bertambah menjadi 750 orang dan hari ini mulai bertambah lagi menjadi 1.000 orang per hari. Meskipun ada penambahan, namun tetap diberlakukan skala prioritas, mengingat banyaknya lansia yang belum divaksin.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, sampai saat ini baru 72 orang lansia atau 0,04 persen lansia yang sudah menyelesaikan vaksin tahap pertama dan kedua. Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, jumlah capaian tersebut masih jauh dari sasaran yang ditentukan yaitu sebanyak 169.532 orang lansia.

“Total ada 169.532 orang lansia yang menjadi sasaran dan dari jumlah tersebut yang sudah menjalani vaksin tahap pertama ada 15.690 orang atau 9,3 persen. Untuk yang sudah selesai hingga vaksin tahap kedua baru 72 orang atau 0,04 persen,” terangnya.

Masih minimnya lansia yang menjadi program vaksin ini, lanjut Sadiyanto, disebabkan kondisi kesehatan. Dimana ada yang menderita sakit darah tinggi, diabetes, sakit jantung dan penyakit bawaan lainnya, sehingga harus dipastikan terlebih dahulu kondisinya sehat dan normal, baru dilakukan vaksin.

Terkait kebijakan vaksin yang hanya diperuntukan bagi warga ber-KTP Banyumas ini, salah satu lansia yang sudah 11 tahun menetap di Banyumas, namun masih memiliki KTP Yogyakarta, Suratini mempertanyakan, kapan dirinya mendapat kesempatan untuk vaksin. Sebab, usianya sudah 67 tahun dan sudah lama menetap di Banyumas.

“Saya tinggal di sini sudah lama, tetapi memang KTP masih Jogja, jadi kapan kira-kira saya bisa mendapatkan vaksin, karena informasinya untuk lansia diprioritaskan,” katanya.

Meskipun sudah menanyakan hal tersebut kepada petugas, namun Suratini belum juga mendapat jawaban yang pasti. Menurutnya, petugas hanya mengatakan, tergantung dari pengiriman stok vaksin.

Lihat juga...