Lebaran CDN

Vaksinasi COVID-19 Tenaga Kesehatan di Banyumas Sudah Melebihi Target

Editor: Mahadeva

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto di Purwokerto, Sabtu (24/4/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Sampai dengan minggu ketiga April 2021, sudah 11.552 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Banyumas, divaksinasi COVID-19 hingga dosis kedua.

Capaian vaksinasi tersebut telah melebihi dari target sasaran, yang sebelumnya hanya ditentukan sebanyak 9.447 orang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, untuk kalangan nakes, vaksinasi sudah menjangkau 122,3 persen.

Ada penambahan beberapa nakes dan SDM kesehatan, sehingga melebihi target. “Nakes ini ujung tombak pelayanan kesehatan, sehingga vaksin di kalangan mereka memang menjadi prioritas. Dan di Banyumas, seluruh nakes sudah menyelesaikan vaksinasi,” katanya, Sabtu (24/4/2021).

Sadiyanto memaparkan, yang justru masih sedikit capaiannya adalah vaksin di kalangan petugas pelayanan publik dan orang Lanjut Usia (lansia). Untuk petugas pelayanan publik, dari target sasaran sebanyak 101.958 orang, saat ini yang sudah menyelesaikan vaksinasi tahap 1 baru 24.264 orang atau 24 persen dan yang sudah selesai hingga vaksian tahap 2, baru 14.881 orang atau 14,6 persen.

Begitu pula dengan pelaksanaan vaksin di kalangan lansia. Dari target capaian 169.532 orang, saat ini baru 11.869 orang lansia atau 7 persen yang sudah menyelesaikan vaksin tahap kedua. Dan untuk vaksin tahap pertama, baru tercapai 21.818 orang lansia atau 12,9 persen.

“Untuk lansia ini, memang memerlukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, terutama terkait penyakit bawaan, sehingga memang baru sedikit yang sudah menyelesaikan vaksin hingga dosis kedua, karena ada sebagian yang harus menunggu kondisi kesehatan mereka stabil,” terangnya.

Mengenai pelaksanaan vaksin massal yang sampai saat ini masih dilakukan di GOR Satria Purwokerto, sampai dengan minggu ketiga April ini, sudah menyasar 13.800 orang. Vaksin massal ini sifatnya sukarela dan tidak ada pemaksaan untuk datang melakukan vaksin.

Sehingga setiap harinya, jumlah yang divaksin juga bervariatif. Pada awal digelar vaksin massal, yang datang sampai dengan 700 orang. Setelah itu sempat mengalmai penurunan, hingga dalam satu hari hanya 371 orang yang melakukan vaksin.

Namun pernah juga jumlah orang yang datang untuk divaksin meningkat, dalam satu hari mencapai angka di atas 1.000 orang. “Pada 12 April kemarin misalnya, dalam satu hari vaksin massal sampai 1.242 orang, keesokan harinya juga sama, sampai dengan 1.247 orang. Tetapi kemudian minggu ini mulai mengalami penurunan kembali, bahkan ada yang dalam satu hari hanya 89 orang yang vaksin,” jelas Sadiyanto.

Salah satu lansia dari Kecamatan Sokaraja, Ibu Rusmiati mengatakan, sampai saat ini ia belum mendaftar vaksin. Ia mengakui pernah ada petugas dari RT yang datang untuk mendapat vaksin, namun ia menolaknya. “Belum vaksin, kondisi saya sehat-sehat saja, takutnya kalau pergi ke GOR Satria dan bertemu banyak orang, nanti malah tertular COVID-19,” pungkasnya.

Lihat juga...