Lebaran CDN

Vaksinasi dan PPKM Mikro Diklaim Berhasil Bawa Ekonomi ke Tren Positif

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Laju perekonomian nasional terus menunjukkan tren positif setelah mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim bahwa program vaksinasi dan PPKM Mikro jadi kunci keberhasilan membaiknya sejumlah indikator ekonomi.

“Kita lihat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik ke level 93,40 persen di bulan Maret 2021. Bersamaan dengan hal tersebut, stimulus yang dilakukan Pemerintah melalui relaksasi PPnBM di sektor otomotif telah meningkatkan penjualan sebesar 28,2 persen (YoY) di bulan Maret tahun ini,” ujar Airlangga dalam Media Gathering virtual, Jumat (23/4/2021).

Selanjutnya, indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur juga semakin ekspansif ke level 53,2 persen di bulan Maret 2021. Dalam tiga bulan terakhir, neraca perdagangan positif didukung oleh ekspor yang tinggi dan investasi yang meningkat.

Di samping, Airlangga juga menyebut, saat ini parameter Covis-19 Indonesia relatif lebih baik dibandingkan global. Hal itu terlihat dari tren persentase kasus aktif di Indonesia yang lebih rendah dari global dan kasus sembuh di Indonesia yang juga lebih besar dari global.

“Sementara itu, dari segi vaksinasi, Indonesia berada di posisi 10 besar dunia dan termasuk 4 besar dunia dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin. Untuk lebih mempercepat peningkatkan herd immunity, program vaksinasi terus diakselerasi,” tandasnya.

Terkait perkembangan kebijakan penanganan Covid-19 terkini yaitu tentang third wave di India, pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk menerapkan pembatasan-pembatasan terkait mobilitas dari India.

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi WNA yang pernah tinggal dan atau mengunjungi India dalam waktu 14 hari. Sedangkan bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia dan pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat.

“Indonesia memiliki posisi dan cara penanganan Covid-19 yang tidak sama dengan India. Presiden Joko Widodo memberi arahan agar kita terus waspada,” tambah Menko Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan,  masyarakat Indonesia harus selalu berhati-hati dalam mengamati laju penularan kasus Covid-19.

“Kami terus mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol PPKM Mikro yang sudah terbukti bagus. Kami pun meminta agar masyarakat tidak terburu-buru melonggarkan standar PPKM Mikro yang sebelumnya sudah ada,” ungkap Budi.

Masih di forum yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa berdasarkan fakta, selama ini meningkatnya kasus aktif Covid-19 di Indonesia selalu terjadi setelah adanya libur panjang.

“Sehubungan dengan hal itu, tahun ini diterbitkan peraturan tentang larangan mudik yang diterapkan pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021,” tukas Budi Karya.

Lihat juga...