Lebaran CDN

Vaksinasi Tenaga Pendidik di Kota Bandung Sudah Mencapai 30 Persen 

Editor: Mahadeva

BANDUNG – Vaksinasi COVID-19 untuk tenaga pendidik di Kota Bandung berjalan efektif dan sudah mencapai 30 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, jika tidak ada halangan berarti program tersebut akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung meyakini, vaksinasi bagi tenaga pendidik dapat rampung sesuai target yang telah ditetapkan. “Sejauh ini prosesnya lancar dan sudah lebih dari 30 persen tenaga pendidik mengikuti vaksinasi. Target kita akhir April vaksin tahap satu selesai. Dan sampai akhir Mei dosis tahap kedua menyusul,” ujar Ahyani, di Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan, Bandung, Jumat (16/4/2021).

Dari data tersebut, Ahyani optimis aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah di Kota Bandung bisa dimulai pada Juli mendatang. “Insyaallah, sebelum PTM kegiatan vaksinasi ini selesai semua. Berarti sebelum Juli, kita harap paling lambat Juni sudah beres,” tuturnya.

Ahyani menyatakan, tenaga pendidik dapat segera mengajukan perubahan jadwal vaksinasi, apabila di hari yang ditentukan, dirinya berhalangan untuk hadir. “Silakan dijadwal ulang saja. Karena bisa jadi mereka beralasan medis atau sedang tidak ada di tempat. Kita maklumi, sebab tenaga pendidik bukan hanya orang Bandung saja. Kayak di sini (Bandung Wetan) bukan hanya orang Bandung Wetan saja. Nah itu yang kadang-kadang menjadi tantangan. Tapi Insyaallah, yang terlambat ataupun tertunda akan tetap dilayani,” paparnya.

Deding, salah seorang Tenaga Pendidik yang mengikuti vaksinasi COVID-19, mengaku lega karena akhirnya proses itu telah dilalui. Ia mengaku belum merasakan gejala apapun setelah divaksin. “Alhamdulillah lancar. Dan sampai saat ini tidak ada gejala apa-apa, badan masih terasa sama. Mungkin malam nanti kali, tapi lega lah karena sudah,” ujarnya.

Deding berharap, vaksinasi bisa berjalan lancar secara keseluruhan, agar proses belajar mengajar di sekolah bisa kembali berjalan normal, seperti sebelum adanya pandemi COVID-19. “Kami sangat antusias menunggu sekolah kembali dibuka. Sudah lama tidak melihat anak-anak belajar di sekolah. Kami-pun rindu sekali ingin mengajar. Jadi kita rdoa semoga semuanya lancar,” pungkas Deding.

Lihat juga...