Lebaran CDN

Volume Sampah di TPA Gubuk Seng Lamsel Berkurang

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Perjalanan kendaraan penumpang dan barang menggunakan moda transportasi laut yang berkurang, berdampak positif dengan berkurangnya timbunan sampah di TPA Gubuk Seng, Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Sumiyati, salah satu pencari sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Gubuk Seng, Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, menyebut volume sampah menurun selama pandemi Covid-19.

“Normalnya, satu kendaraan L300 mengangkut sampah maksimal 50 kantong plastik. Namun selama pandemi Covid-19, jumlah terangkut hanya mencapai 20 kantong plastik. Sementara jenis sampah yang dipilah berupa botol kemasan air minum, gelas plastik dan barang lain bernilai jual,” kata Sumiyati, saat ditemui Cendana News, Rabu (14/4/2021).

Menurut Sumiyati, beberapa pencari sampah memilah makanan sisa yang dibuang dari atas kapal roll on roll off (Roro), untuk pakan ternak unggas dan babi. Penurunan volume sampah dari atas kapal sebutnya dipengaruhi pelaku perjalanan via kapal yang menurun. Volume sampah menumpuk di TPA juga mengalami pengurangan selama setahun terakhir.

“Normalnya setiap dua pekan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan akan dibakar. Namun, saat ini butuh waktu sepekan untuk membakar sampah karena volumenya berkurang, selain dari atas kapal sampah yang dibuang ke TPA berasal dari sekitar pelabuhan,” terang Sumiyati.

Sumiyati bilang, sebelumnya imbas peningkatan volume sampah, lokasi TPA dipindah ke kampung Cilamaya. Namun, imbas izin lingkungan aktivitas TPA sempat dihentikan. Peningkatan volume sampah berlangsung saat musim libur panjang, arus mudik lebaran. TPA khusus untuk sampah dari kapal mengalami penurunan volume hingga 50 persen.

Menurutnya, penurunan volume sampah kapal yang dibuang ke TPA memiliki sisi positif bagi lingkungan. Sebagian warga yang tinggal di sekitar lokasi tidak mengalami dampak langsung. Aroma busuk, asap pembakaran yang kerap terjadi menimbulkan polusi udara. Namun bagi pencari sampah yang bisa dijual, pengurangan volume sampah menurunkan penghasilan.

“Dampak bagi pencari sampah penghasilan menurun ,karena jenis sampah bernilai jual jumlahnya berkurang,” ulasnya.

Hasan, warga di sekitar TPA Gubuk Seng, menyebut korelasi antara penurunan penumpang kapal dan sampah sangat berkaitan. Makin banyak pelaku perjalanan memakai moda transportasi kapal laut, sampah bertambah. Dampak bagi masyarakat di sekitar lokasi TPA berupa aroma tak sedap dan polusi udara saat pembakaran.

“Warga juga ikut alami dampak positif, udara lebih bersih karena sistem pembuangan masih open dumping,”cetusnya.

Ia mengatakan, sistem open dumping dalam pembuangan sampah dari kapal masih dipertahankan. Lokasi yang berada di tepi jalan tanpa pengolahan memadai berimbas polusi. Namun selama pandemi Covid-19, ia mengaku lokasi TPA khusus sampah kapal berkurang. Penurunan volume sampah dari kapal bisa menurunkan polusi di sekitar TPA.

Nurdin, petugas kebersihan di sekitar pelabuhan menyebut kesadaran pelaku perjalanan menjaga kebersihan rendah. Sejumlah pelaku perjalanan di antaranya pengemudi, penumpang masih membuang sampah sembarangan. Larangan membuang sampah di laut saat naik kapal kerap berpindah ke daratan. Sejumlah sampah berserakan di tepi jalan dan area pelabuhan.

“Pelaku perjalanan yang berkurang selama pandemi Covid-19 ikut mengurangi sampah di sekitar pelabuhan dan kapal,” cetusnya.

Sejumlah kapal, sebutnya, telah memberi peringatan larangan membuang sampah ke laut.

Nurdin menyebut, saat pembatasan perjalanan penumpang dengan kapal laut akan berdampak positif bagi lingkungan. Volume sampah di area pelabuhan, kapal dan laut, berkurang. Larangan pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 dipastikan menurunkan volume sampah di wilayah Bakauheni.

“Volume sampah terbanyak terjadi saat mudik 2019. Setelahnya, volume sampah berkurang, sebab pada 2020 aktivitas mudik menggunakan kapal laut dilarang. Penurunan volume sampah dari kapal, menjaga kebersihan area perairan dan darat. Bagi lingkungan pada lokasi TPA aktivitas pembakaran akan berkurang mengurangi polusi,” pungkas Nurdin.

Lihat juga...