Lebaran CDN

Warga Adonara Harapkan Jembatan Darurat yang Lebih Kuat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Warga Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengharapkan agar pemerintah bisa membangun jembatan darurat yang lebih kokoh seperti di Waiwerang, Adonara Timur agar mobil bisa melintas ke wilayahnya.

Warga Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT, Ary Tokan saat ditemui di desanya, Sabtu (17/4/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Ada jembatan darurat yang kami bangun tetapi hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua saja karena hanya terbuat dari kayu kelapa,” sebut Ary Tokan, Warga Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT saat ditemui di desanya, Sabtu (17/4/2021).

Ary mengakui, jembatan darurat sudah dikerjakan warga dan sudah seminggu lebih beroperasi namun hanya sebuah jembatan darurat sehingga diharapkan pemerintah membangun jembatan darurat dengan bantalan dari besi agar bisa dilewati kendaraan roda empat.

Dirinya beralasan, warga yang memiliki kios dan usaha di Kecamatan Adonara Tengah bisa membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk dijual di kios mereka menggunakan mobil pick up di Waiwadan, Ibukota Kecamatan Adonara Barat.

“Apabila jalan bisa dilewati kendaraan roda empat maka para pedagang yang memiliki kios dan usaha lainnya di 13 desa di Kecamatan Adonara Tengah bisa terbantu,” ujarnya.

Menurut Ary, biaya transportasi menggunakan mobil pick up jauh lebih murah dibandingkan menggunakan sepeda motor, sehingga harga jual barang pun menjadi lebih murah.

Apalagi jembatan ini, sebutnya, menghubungkan 13 kecamatan di Adonara Tengah dan 18 kecamatan di Adonara Barat serta satu-satunya akses jalan yang lebih cepat menuju ke pelabuhan penyeberangan di Tanah Merah Desa Wureh atau di Tobilota.

Hal senada disampaikan Abdulrahman Hamzah, Pejabat Kepala Desa Wewit, agar Jembatan Penaten Wai di Desa Lewobele, Kecamatan Adonara Tengah bisa dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat.

Hamzah menyebutkan, meskipun sementara tetapi kalau dikerjakan oleh kontraktor yang berpengalaman maka walaupun menggunakan kayu tetapi bisa juga dilewati kendaraan roda empat tetapi dengan berat beban yang dibatasi.

“Jembatan darurat dibangun secara swadaya dan hanya dipergunakan untuk sementara waktu saja agar warga di kecamatan Adonara Tengah tidak terisolir,” ujarnya.

Hamzah tambahkan, adanya jembatan yang bisa dilintasi pick up membuat para petani juga bisa menjual aneka hasil pertanian mereka ke Waiwadan atau mengangkutnya menggunakan kapal dari Pelabuhan Tobilota atau Tanah Merah.

Lihat juga...