Lebaran CDN

Warga Dusun Wewit di Adonara Tengah Olah Kelapa Jadi Beragam Produk

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Siang itu, usai bekerja membersihkan saluran air di Desa Duwanur, Kecamatan Adonara Barat, seorang pemuda Desa Wewit di Kecamatan Adonara Tengah menyerahkan bantuan produk asli buatan anak muda Adonara ke Posko Bencana Crowerian, Duwanur.

Produk dengan merek Donara tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti sabun cuci piring, sabun cuci, minyak goreng dan minyak kelapa murni, yang semuanya berbahan baku kelapa.

“Saya mulai produksi awal 2021, sementara mulai bentuk CV. Flobamora Coconut Indonesia akhir tahun lalu,” kata Rahman Tukan Hanafi, warga Desa Wewit, saat ditemui di desanya, Selasa (13/4/2021).

Rahman mengatakan, produk Donara dihasilkan oleh kelompok tani milenial Tho The Dore dibaca Tode Dore yang dalam bahasa Lamaholot artinya ikut saja.

Pemuda Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rahman Tukan Hanafi, saat ditemui di desanya, Selasa (13/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengatakan, anggota kelompok terdiri dari anak muda berjumlah 7 orang yang bergerak di agrobisnis. Sementara distribusi produknya melalui CV Flobamora.

“Produk yang kita hasilkan sudah mendapat izin Industri Rumah Tangga dan sementara mengurus izin dari BPOM dan izin halal,” ujarnya.

Rahman mengaku tergerak melihat persoalan di lapangan, di mana kurangnya lapangan pekerjaan, dan anak muda lebih memilih merantau ke laur daerah. Padahal, kata dia, bahan baku banyak sehingga ia membuat gebrakan agar bisa membuka lapangan pekerjaan.

Ia menginginkan agar Flores Timur  (Flotim) tidak hanya bangga memiliki kelapa berkualitas, tetapi harus memiliki produk berkualitas.

“Selama kita tidak berdikari, maka selamanya kita akan menjadi penonton. Kami mulai dengan modal pribadi dan teman-teman dari Makassar yang melakukan investasi, sementara dari pemerintah daerah belum ada,” ujarnya.

Rahman menyebutkan, sudah ada pembicaraan dengan Bupati Flotim soal pemasaran, tapi belum ada surat kerjasamanya.

Dikatakannya, produk yang dihasilkan antara lain minyak goreng brand Donara, sabun cuci piring, kesabo clean, minyak kelapa murni atau VCO, sabun cuci pakaian dan kecap dari air kelapa yang nantinya akan dibuat.

Dia memaparkan, minyak goreng 500 ml dijual Rp17.500, dan Rp35 ribu untuk kemasan satu liter. Sabun cuci Kesabo clean 100 ml harganya Rp2 ribu, 250 ml Rp4 ribu dan 450 ml Rp12 ribu.

Selain itu, sabun cuci piring 470 ml dijual Rp9 ribu dan minyak kelapa murni (VCO) 100 ml dijual Rp35 ribu, 250 ml Rp65 ribu, 500 ml Rp110 ribu dan 1 liter harganya Rp165 ribu.

“Bahan bakunya kelapa dan mudah diperoleh, namun kesulitannya kemasan dan tambahan bahan lainnya harus didatangkan dari Surabaya atau Jakarta,” terangnya.

Mantan direktur PT. Radio Suara Kesehatan Muna di Sulawesi Tenggara ini mengaku penjualannya masih di Kabupaten Flores Timur dengan cara menitipkannya di kios-kios serta dikirim ke Makassar.

Rahman mengaku, usahanya baru mulai berjalan namun terkena dampak Covid-19 dan bencana banjir bandang Adonara, sehingga masih terseok-seok.

Dia mengharapkan agar anak-anak muda di Flotim setelah selesai kuliah  tidak perlu merantau atau mengharapkan bekerja sebagai pegawai negeri, karena banyak sumber daya alam yang bisa digali.

“Sumber daya alam kita masih melimpah, sehingga  bisa diolah untuk menghasilkan pendapatan. Menjadi wirausaha masih terbuka lebar, karena sumber daya di wilayah kita melimpah,” ucapnya.

Abdulrahman Hamzah, pejabat sementara Kepala Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, mengaku sangat respons dengan anak-anak muda yang menghasilkan produk berbahan kelapa.

Abdulrahman mengaku selama ini kelapa dikirim ke luar daerah dan diproduksi menjadi aneka produk yang dikirim kembali ke Flores Timur untuk dipergunakan sehari-hari.

“Saya sangat bangga melihat anak-anak memanfaatkan kelapa dan diolah menjadi produk yang bernilai jual. Bahan baku kelapa di Adonara sangat melimpah, sehingga bila diolah menjadi produk maka pendapatan yang diperoleh lebih besar,” ungkapnya.

Lihat juga...