Warga Komplek Duta Indah Jatimakmur Minta Bangli Dibongkar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Warga di RW 015, Komplek Duta Indah Makmur, Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta pemerintah setempat membongkar bangunan liar yang ada di pintu masuk perumahan tersebut.

Atmanto Lurah Jatimakmur, mengakui prinsipnya mendukung dilakukan penertiban, tapi harua Berkeadilan termasuk kios di dalam dan lokasi relokasi setelah penertiban, Minggu (4/4/2021). Foto: Muhammad Amin

Polemik Bangunan Liar (Bangli) yang ditempati pedagang kaki lima (PKL) tersebut telah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum ada solusi. Warga pun meminta setelah lebaran pemerintah Kota Bekasi, segera melakukan penertiban.

“Kami sebenarnya sudah sepakat dan musyawarah bersama tokoh masyarakat dan para pengurus RT. Saat kami rapat tiba-tiba lurah hadir, padahal tidak diundang. Kami tentu menyayangkan karena terkesan membela pihak pedagang di depan,” ujar Ketua RW 015 Taufik Kurniawan, di konfirmasi Cendana News, Minggu (4/4/2021).

Dikatakan bahwa terkait polimik Bangli itu sendiri dulu pernah dijanjikan oleh pimpinan daerah untuk dibongkar. Meski telah beberapa kali ditagih, sampai sekarang belum terealisasi.

Menurutnya, selaku pengurus RW, tentunya tidak ingin dibenturkan dengan para pedagang kaki lima. Untuk itu meminta kebijaksanaan pemerintah baik melalui kelurahan ataupun kecamatan untuk melakukan penertiban.

“Kami kecewa, lurah harusnya menengahi terkait polimik Bangli itu sendiri tapi sebaliknya terkesan membela pihak didepan (PKL-ed),” tukas Taufik.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Bangli itu sendiri, berada di sepadan kali alam yang melintasi komplek tersebut. Rencananya akan dilakukan peninggian guna penanggulangi banjir jika luapan air terjadi.

“Permasalahan Bangli dipinggir kali sudah ada kesepakatan dengan tokoh masyarakat setempat dan pengelola PKL pada pertemuan Jumat kemarin untuk diselesaikan secara persuasif dengan dihadiri anggota DPRD,” ucapnya mengaku telah disepakati akan dibongkar setelah lebaran ini.

Hal tersebut selain penanggulangan banjir juga menghindari terjadi kemacetan karena badan jalan yang dipakai PKL. Taufik juga menyebutkan bahwa puluhan PKL tersebut tidak ada warga dari komplek Duta Indah.

Dalam kesempatan itu ia juga membantah jika dikatakan telah mengajak warganya untuk menunggak pembayaran PBB jika Bangli tidak dilakukan pembongkaran.

“Tidak benar jika dikatakan mengajak warga untuk tidak membayar PBB jika Bangli tidak dibongkar. Bahkan kemarin saya tetap mengimbau warga membayar pajak bumi dan bangunan,” jelasnya.

Terpisah Lurah Jatimakmur, Atmanto membantah tudingan jika dikatakan berpihak ke pedagang di depan pintu masuk Komplek Dita Indah. Ia mengaku ikut mendukung pembongkaran Bangli di wilayah tersebut.

“Mungkin Ketua RW salah persepsi, tidak kepentingan saya dengan pedagang Kaki Lima di depan pintu masuk Duta Indah tersebut. Tapi saya hanya menyarankan keadilan, jika PKL ditertibkan maka kios yang ada di dalam pintu masuk tersebut harus ikut dibongkar,” tegasnya.

Kedua tambahnya terkait relokasi puluhan PKL yang telah lama mangkal di lokasi tersebut harus dipikirkan di pindahkan ke mana. Intinya itu, tidak hanya asal tertibkan tapi tidak ada solusi.

“Saya selaku lurah memang dituduh berpihak ke pedagang. Saya tegaskan itu tidak benar, kita tunggu saja setelah lebaran nanti ditertibkan. Tapi itu harus adil semua kios yang di dalam jika tidak memiliki izin juga harus dibongkar, jangan dikatakan lurah tidak mendukung tapi saya minta bisa persuasif,” tandasnya.

Dia menegaskan bahwa tempat yang dijadikan PKL tersebut bukan lahan fasos fasum melainkan sepadan sungai. Dulu juga lanjutnya lokasi tersebut pernah dibongkar.

Lihat juga...