Lebaran CDN

Warga Lebak Gedong Banten Sudah Pasti Direlokasi

Warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Lebak,Banten hingga kini menempati hunian sementara atau huntara karena pemerintah belum melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam - Foto Ant

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyatakan, warga korban bencana alam di Kecamatan Lebak Gedong, yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) pasti akan direlokasi.

“Kami hingga kini masih mencari lahan untuk relokasi warga korban bencana alam khususnya di wilayah Kecamatan Lebak Gedong,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Pebby Rizky Pratama, Jumat (16/4/2021).

Masyarakat terdampak bencana alam yang terjadi di 1 Januari 2020, terparah di perkampungan di wilayah Kecamatan Lebak Gedong. Di lokasi tersebut ada korban jiwa. Selain itu, ratusan kepala keluarga mengungsi ke berbagai lokasi dan ada yang menempati huntara.

Pemerintah daerah, kini kesulitan mencari lahan relokasi yang terbebas dari ancaman bencana alam, untuk warga yang tinggal di huntara Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong. Penyebabnya, lokasi di wilayah Kecamatan Lebak gedong umumnya rawan bencana banjir dan longsor. “Kami minta warga korban bencana alam yang tinggal di huntara Cigobang agar bersabar, dan dipastikan tahun ini juga bisa direalisasikan hunian tetap (Huntap),” katanya.

Pemerintah daerah menargetkan, di 2021 warga yang terdampak bencana alam yang tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira dan Curugbitung dapat direlokasi ke tempat yang aman dan nyaman.

Mereka yang terdampak bencana alam akan mendapat bantuan huntap sebanyak 378 unit rumah. Pemerintah daerah akan menyediakan lahannya, sedangkan pemerintah pusat bentuk fisik dengan sarana lainnya. “Kami terus menjalin kerja sama dengan BNPB guna merealisasikan rumah huntap itu,” tandasnya.

Sementara itu, Iyan (60), tokoh masyarakat di lingkungan Huntara I Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak mengatakan, warganya sudah setahun lebih menempati gubuk-gubuk tenda huntara, dengan kondisi tidak layak huni. Gubuk huntara itu memiliki ruangan sekitar 4×4 meter, mereka terpaksa tidur bersamaan, dengan istri dan anak-anak hingga saling berdesakan dalam ruangan sempit itu.

Warga yang menempati gubuk di Blok Huntara I, sekira 86 Kepala Keluarga (KK) dari Cigobang Kecamatan Lebak Gedong. “Kami berharap pemerintah secepatnya bisa merealisasikan huntap agar hidup lebih aman dan nyaman serta sehat dan layak huni itu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...