Lebaran CDN

Warna Cerah dan Unik, Caladium asal Thailand Jadi Buruan di Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Caladium menjadi salah satu tanaman hias yang paling diburu oleh penghobi. Bentuk, corak dan warna daun, menjadi daya tarik utamanya. Tingginya permintaan konsumen, membuat para pedagang berani mendatangkan caladium impor. Salah satunya dari Thailand.

“Caladium ini jenisnya cukup banyak, baik yang lokal atau pun yang impor. Khusus untuk impor, kebanyakan didatangkan dari Thailand. Umumnya masih dalam bentuk umbi, diimpor dari sana, baru kemudian dicacah, ditanam dijual disini,” papar Ahmadi, pedagang tanaman hias di kawasan Tembalang Kota Semarang, saat ditemui di sela berjualan, Rabu (28/4/2021).

Dijelaskan, caladium asal Thailand tersebut termasuk menjadi primadona konsumen atau penggemar tanaman hias. Hal ini karena warna dan corak daun yang cerah serta unik.

“Kalau jenis lokal, umumnya masih didominasi warna hijau, misalnya red star, tricolor, baret, army. Sementara caladium Thailand umumnya memiliki warna cerah, merah, kuning, oranye, serta memiliki corak yang beragam, kombinasi warna, hingga bentuk daun yang unik,” terangnya.

Hal tersebut memungkinkan karena caladium tersebut disilangkan antar jenis. “Rata-rata kalau caladium Thailand ini hasil persilangan, jadi warna dan coraknya unik. Ini yang menjadi daya tarik pembeli,” terangnya.

Termasuk jenis caladium rare atau premium, tentu berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan. Angkanya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah per pot.

“Misalnya, cladium gingerland, memiliki daun berbentuk hati dan berukuran kecil hingga sedang. Warna daunnya adalah putih lembut dengan pinggiran hijau tua dan totol-totol merah atau merah muda. Ukuran dewasa harganya bisa Rp 200 ribu per pot,” terangnya.

Demikian juga dengan jenis carolyn whorton. Daun berbentuk hati dengan warna dasar hijau bercak-bercak merah muda, dengan tulang daunnya yang berwarna merah. Harganya bisa di atas Rp 300 ribu per pot.

“Ada juga caladium cat tumpah, itu kalau ukuran dewasa bisa di atas Rp1 juta, sementara anakan, dengan tinggi sekitar 10 centimeter dua daun, dijual Rp150 ribu,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang tanaman hias lainnya, Budi. Dipaparkan, ada sejumlah keladi yang menjadi primadona penggemar tanaman hias.

Misalnya, jenis keladi wayang dengan corak menyerupai batik , keladi moonlight dengan warna daun merah terang, keladi baret dengan perpaduan warna daun separuh merah dan separuh lainnya hijau, hingga keladi white queen, berciri daun besar berbentuk hati berwarna putih, namun memiliki tulang daun merah.

“Harganya relatif mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu, misalnya untuk moonlight bisa sekitar Rp200 ribu pr pohon dengan lima helai daun, demikian juga dengan white queen. Semakin besar tanaman dan jumlah daun banyak, maka harga semakin mahal,” terangnya.

Selain warna dan bentuk daun yang unik, perawatan tanaman caladium yang relatif lebih mudah, menjadikannya banyak dipilih.

“Tanaman hias caladium ini pasti punya ubi untuk muncul tunas. Misalnya mati sekalipun, asal umbinya tidak busuk, bisa tumbuh lagi. Jadi ini juga menjadi salah satu alasan kenapa caladium digemari,” terangnya.

Perawatannya pun mudah, hanya membutuhkan penyiraman secara teratur. “Untuk media tanam bisa menggunakan pupuk kandang, sekam bakar dan tanah. Sementara, untuk penyiraman bisa dilakukan sehari sekali atau dua hari sekali, kalau media tanam masih basah, bisa dua hari sekali,” paparnya.

Dirinya pun memprediksi caladium akan terus menjadi salah satu tanaman hias favorit, terutama untuk jenis impor, karena motif baru terus bermunculan. “Untuk yang jenis lokal sudah agak turun permintaannya, karena sudah banyak yang punya. Sementara ini jenis impor yang paling banyak dicari, kecuali nanti ada persilangan jenis lokal, hingga jadi hits kembali,” pungkasnya.

Lihat juga...