Lebaran CDN

YHK tidak Pernah Ajukan Anggaran pada Pemerintah dalam Pengelolaan TMII

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Yayasan Harapan Kita yang diwakili oleh Sekretaris YHK Dr. (C) Tria Sasangka Putra Ismail Saleh S.H., LL.M., CLA., menyebutkan, dalam pelaksanaan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), YHK sebagai penerima tugas negara tidak pernah mengajukan atau meminta kebutuhan anggaran bagi pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah kepada negara atau pemerintah.

“Kebutuhan anggaran yang tidak dapat tercukupi untuk pengelolaan, pemeliharaan dan pelestarian TMII, selalu ditanggung oleh Yayasan Harapan Kita sebagai suatu bentuk Kontribusi Kepada Negara, sesuai amanat Keputusan Presiden No. 51 Tahun 1977,” ungkap Tria dalam konferensi pers di ruang perpustakaan TMII, Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Pada fakta pengelolaan keuangannya, menurutnya, tidak selamanya pemasukan yang diperoleh Badan Pelaksana Pengelola TMII dapat mencukupi kebutuhan operasional TMII.

“Kontribusi yang diberikan oleh YHK kepada negara dalam bentuk anggaran pembangunan fasilitas baru, pengelolaan, perbaikan, perawatan dan pelestarian TMII langsung menjadi milik negara dan bukan milik YHK,” tegasnya.

Selama ini, sebutnya, kesulitan pendanaan yang dialami oleh Badan Pelaksana Pengelola TMII, YKH selalu memberikan bantuan, termasuk membiayai secara mandiri peningkatan dan pengembangan TMII sesuai amanah dari Keppres No.51/1977.

“Sehingga dengan demikian, YHK tidak pernah membebani dan merugikan keuangan negara,” pungkasnya.

Disebutkan juga, sebagai kontribusi kepada negara, YHK selaku penerima penugasan dari negara telah melakukan tugas mengelola dimana saat ini, TMII memiliki sumber daya manusia yang kemampuannya berbasis pada kompetensi manajerial dan kompetensi teknis terhadap keterampilan.

Juga personal`s atribut, ilmu pengetahuan dan tercermin dari perilaku kinerja yang terukur dan dapat dievaluasi.

Yakni terdiri dari para pimpinan, staf organik dan non-organik dengan keahlian serta pengalaman mengelola keberagaman bentuk dan tipe penatakelolaan yang bersifat struktural, fungsional, dan koordinasi.

Dalam pengelolaan hingga rentang 2021 ini, YHK memiliki total sumber daya manusia sejumlah ± 700 orang dan telah membangun berbagai bangunan dan fasilitas yang terdiri dari 34 anjungan propinsi, 21 museum, 7 tempat peribadahan, 12 unit flora dan fauna, 9 wahana rekreasi dan 17 fasilitas berupa lainnya.

Yang semuanya diperuntukkan bagi wahana pelestarian budaya Indonesia, yang keseluruhannya di bawah pengelolaan manajemen TMII.

YHK juga telah melakukan penatakelolaan TMII dalam bidang manajemen, termasuk tata kelola bidang keuangan yang dilaksanakan dengan proses audit secara otonom.

Antara lain, sebutnya, dengan membentuk unit/organisasi pengelola, mengurus sumber daya manusia, melaksanakan operasi menejemen, pemeliharaan, serta melanjutkan pembangunan dan dengan pendanaannya dibiayai langsung oleh YHK tanpa bantuan pemerintah.

Selama ini, audit dalam bidang keuangan juga dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Negara (BPK) terhadap pengelolaan TMII.

Lihat juga...