18 Pemudik di Kebumen Terkonfirmasi Positif Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Tim gabungan yang melakukan penyekatan di beberapa titik pintu masuk wilayah Kabupaten Kebumen, sampai dengan hari ini berhasil menjaring 18 pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan rapid antigen.

Juru bicara tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, 18 pemudik yang terkonfirmasi positif tersebut sudah langsung ditangani sesuai prosedur. Mereka merupakan pemudik yang berasal dari sembilan kecamatan di Kebumen.

“Sudah ditangani, ada yang menjalani isolasi dan ada yang dirawat, yang pasti 18 pemudik tersebut sekarang tidak berada di tengah keluarga atau masyarakat Kebumen,” jelasnya, Jumat (21/5/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, sampai dengan kemarin, jumlah pemudik yang melalui posko penyekatan di Kebumen total ada 8.913 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.700 sudah menjadi rapid antigen, karena merupakan pemudik asal Kebumen. Dan hasilnya ditemukan 18 orang pemudik yang positif Covid-19. Sedangkan 3.682 pemudik lainnya dinyatakan negatif.

Pemudik yang positif Covid-19 tersebut berasal dari beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Ambal, Buayan, Buluspesantren, Gombong, Kebumen, Klirong, Petanahan, Prembun dan Sempor.

Melihat perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen dengan adanya gelombang pemudik ini, Bupati Kebumen, Arif Sugianto menyatakan, dari kajian dan analisa tim gugus tugas, kasus positif Covid-19  masih berpotensi naik. Sehingga bupati meminta kepada tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 di tingkat desa maupun RT-RW untuk tetap melakukan pemantauan.

“Penerapan protokol kesehatan mutlak harus tetap dijalankan dan masyarakat harus terus diedukasi tentang pentingnya menggunakan masker saat bepergian, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Ini menjadi tugas tim gugus tugas untuk terus melakukan sosialisasi dan pengawasan,” terangnya.

Kabupaten Kebumen sendiri menerapkan PPKM berbasis mikrozonasi desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19. Sehingga upaya pengendalian dilakukan dengan sistem zonasi wilayah hingga ke tingkat RT. Lingkungan RT dikelompokkan dalam zonasi, mulai dari zona hijau, kuning, orange dan merah.

“Dari laporan tim gugus tugas, saat ini ada tiga kecamatan yang tidak terdapat kasus positif atau masuk zona hijau, yaitu Kecamatan Ayah, Kutowinangun dan Karangsambung. Dengan adanya gelombang pemudik ini, semoga tidak menumbuhkan klaster-klaster baru,” tuturnya.

Sementara itu, perkembangan kasus positif Covid-19 di Kebumen, kemarin ada penambahan kasus baru sebanyak 23 orang yang dinyatakan positif. Dan untuk keseluruhan sekarang ada 148 kasus positif yang tersebar pada 23 kecamatan di Kebumen.

Lihat juga...