Lebaran CDN

Ada Empat Titik Penyekatan Mudik di Banyuwangi

Sejumlah polisi dan Satpol PP mengawasi sejumlah kendaraan yang hendak melakukan ke Banyuwangi, Senin (3/5/2021) – foto Ant

BANYUWANGI – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), mendirikan empat titik pos penyekatan, dalam rangka penerapan kebijakan larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengemukakan, empat pos penyekatan itu ada di Kecamatan Wongsorejo (perbatasan Banyuwangi-Situbondo) untu sisi utara. Di Kecamatan Kalibaru (perbatasan Banyuwangi-Jember), Pelabuhan Ketapang (penyeberangan Ketapang-Gilimanuk) dan di Kecamatan Licin (perbatasan Banyuwangi-Bondowoso) untuk sisi selatan. “Hari ini kami melaksanakan kegiatan di pos penyekatan di Wongsorejo, yang merupakan jalur masuknya kendaraan dari Situbondo ke Banyuwangi,” ujarnya, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan setiap kendaraan pribadi dan angkutan umum dilakukan di pos penyekatan, menjelang pelaksanaan larangan mudik. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya menyosialisasikan larangan mudik, yang mulai berlaku 6 hingga 17 Mei 2021. “Kegiatan ini juga untuk sosialisasi larangan mudik. Harapan kami masyarakat memahami bahwa mulai 6 hingga 17 Mei mendatang tidak ada kegiatan mudik,” katanya.

Arman mengatakan, di pos-pos penyekatan, seperti di perbatasan Banyuwangi-Situbondo, Banyuwangi-Bondowoso, Banyuwangi-Jember serta perbatasan antarprovinsi Jawa-Bali di Pelabuhan Ketapang, petugas gabungan melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap warga yang melakukan perjalanan.

“Untuk angkutan logistik dan ambulans tetap diperbolehkan. Kegiatan atau langkah awal pemeriksaan di pos penyekatan ini bertujuan agar masyarakat tidak mudik dan tetap di rumah,” ucapnya.

Sejak Minggu (2/5/2021), Satlantas Polresta Banyuwangi sudah mulai melakukan pemeriksaan kendaraan pribadi dan angkutan umum di pos penyekatan Pelabuhan Ketapang, yang menjadi pintu masuk warga dari Pulau Bali.

Setiap penumpang kendaraan pribadi dan angkutan umum, diminta menunjukkan surat keterangan tes cepat ataupun GeNose dengan hasil negatif COVID-19. Per 6 hingga 17 Mei 2021, petugas akan menindak tegas, bagi warga yang memaksa mudik. Mereka akan diminta untuk putar balik, alias tidak bisa melanjutkan perjalanan. (Ant)

Lihat juga...