Aktivitas Semua Objek Wisata di Kudus Diimbau Tutup Sementara

Terminal Bus Wisata Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/5/2021) ditutup sementara demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 – foto Ant

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) mengimbau, semua pengelola objek wisata untuk menutup sementara kegiatan mereka. Hal itu demi menghindari terjadinya kerumunan, sebagai antisipasi penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

“Terkait permintaan penutupan sementara objek wisata, Sabtu (22/5/2021) sudah kami tindaklanjuti dengan pemberitahuan melalui media sosial, untuk diimbau para pengelola objek wisata menutupnya sementara waktu sambil menunggu perkembangan kasus COVID-19,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, Minggu (23/5/2021).

Sementara untuk Minggu (23/5/2021), sudah ditindaklanjuti dengan pemberitahuan melalui surat resmi kepada semua pengelola objek wisata, sebagai bentuk dukungan untuk menekan kasus COVID-19. Dengan pemberian pemahaman, ketika kasus covid-19 melandai, mereka tentunya bisa beroperasi kembali.

Hasil pemantauan di objek-objek wisata, untuk objek wisata umum, sudah memenuhi batas maksimal pengunjung sebanyak 30 persen pada hari biasa. Sedangkan di akhir pekan, tentunya bisa lebih banyak, sehingga harus ada peningkatan pemantauan.

Sedangkan untuk wisata religi, patut menjadi perhatian, karena pengunjungnya dari lintas daerah. Untuk objek wisata yang dikelola pemerintah disebutnya, langsung ditutup. Termasuk, tempat parkir wisata di Desa Colo, Kecamatan Dawe, yang biasanya menampung bus peziarah ke Makam Sunan Kudus. “Hal terpenting, pengelola objek wisata ada aksi untuk mendukung pemerintah menekan penyebaran kasus COVID-19 agar tidak melonjak,” kata Bergas Catursari.

Bupati Kudus, Hartopo menambahkan, tempat parkir wisata di Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu Kudus, juga sudah diinstruksikan untuk ditutup, demi mencegah peningkatan kasus COVID-19, karena saat ini grafiknya meningkat. Setidaknya, penyedia jasa ojek, becak, maupun alat transportasi lain, untuk mengantar peziarah ke Makam Sunan Kudus, tidak tersedia, karena Pemkab Kudus tengah berupaya menekan kasusnya agar tidak meningkat.

“Dengan ditutupnya objek wisata, diharapkan mobilitas warga dari luar kota bisa ditekan, sehingga potensi penularan COVID-19, terutama varian virus COVID-19 yang baru tidak masuk ke Kudus,” tandas Bupati Hartopo. (Ant)

Lihat juga...