Al Irsyad Utamakan Siswa dan Guru Sebelum KBM Tatap Muka

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Ormas Al Irsyad Al Islamiyyah, Kota Bekasi, Jawa Barat, lebih mengutamakan prinsip kesehatan peserta didik guru dan semua kalangan di lingkungan sekolahnya. Hal itu jadi perhatian sebelum memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

Al Irsyad Al Islamiyah merupakan salah satu organisasi masyarakat Islam tertua di Indonesia, yang memiliki cabang setiap wilayah di Indonesia. Saat ini seperti ormas Islam lainnya, Al Irsyad concern bidang sosial kesehatan dan pendidikan.

“Al Irsyad Al Islamiyah, di Kota Bekasi, memiliki dua sekolah berbasis pendidikan Islam setingkat TK dan Sekolah Dasar. Keduanya berada di Kranji dan Rawalumbu. Saat ini masih belum buka karena terus melakukan pemetaan dengan melihat tren Covid-19, apalagi saat ini tidak ada penambah ATHB-SP,” ungkap Ketua Umum Al Irsyad Al Islamiyah Kota Bekasi, Bambang Imam Santoso , kepada Cendana News, Kamis (27/5/2021).

Al Irsyad tegasnya, mengutamakan prinsip kesehatan peserta didik, guru dan semua kalangan di lingkungan sekolah di bawah naungannya. Prinsip tersebut menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan membuka sekolah tatap muka.

Menurut Bambang, saat ini Al Irsyad di Kota Bekasi, fokus pada dakwah, melalui organisasi sayap yang anggotanya pada dai muda untuk mensyiarkan kebaikan Islam sebagaimana cita-citra pendidikan perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah).

“Organisasi Islam ini, berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawal 1332 H). Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915,” lanjutnya.

Namun demikian jelasnya, Ormas yang dipimpinnya di Kota Bekasi itu memang tidak seperti organisasi Islam lainnya. Padahal keberadaannya terbilang lebih tua dari Muhammadiyah ataupun NU, dan fungsinya sama mengembangkan pendidikan islam, kesehatan dan sosial.

Bambang mencontohkan seperti di Surabaya ada Rumah Sakit Al Iryad Al Islamiyah, ada sekolah kebidanan berbasis islam dan pesantren seperti di Pekalongan.

“Eksistensinya memang tidak terlalu menonjol, tapi anggotanya tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan fokus mengembangkan pendidikan, sosial dan kesehatan masyarakat termasuk di Kota Bekasi ini,” tegas Bambang menyebut tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-’Alamah Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori, seorang ulama besar Makkah yang berasal dari Sudan.

Untuk di Kota Bekasi selain pengembangan pendidikan jelasnya, Al Irsyad Al Islamiyah juga melakukan pembinaan para kader dai muda sebagaimana amanah perjuangan dulu.

Lihat juga...