Antisipasi Covid-19 Varian Baru, Pemkab Banyumas Batasi Interaksi dengan Cilacap

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Munculnya virus Covid-19 varian baru dari India di Kabupaten Cilacap yang dibawa oleh 13 ABK Kapal MV Hilma Bulker disikapi Banyumas dengan melakukan berbagai langkah antisipasi. Antara lain membatasi ruang gerak kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kedua kabupaten tersebut.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menegaskan, seluruh ASN asal Cilacap yang bekerja di Banyumas, mulai besok diminta untuk Work From Home (WFH) terlebih dahulu. Demikian pula sebaliknya, ASN Cilacap yang berasal dari Banyumas, akan dimintakan kebijakan dari Pemkab Cilacap untuk mengizinkan WFH.

“Saya sudah menugaskan Pak Sekda hari ini untuk berkoordinasi dengan Cilacap, supaya warga Banyumas yang bekerja sebagai ASN di Pemkab Cilacap diizinkan untuk WFH sementara waktu. Sebaliknya, kita juga memberikan izin ASN Banyumas yang dari Cilacap untuk WFH, semua itu demi untuk menjaga, supaya tidak terjadi penyebaran virus varian baru tersebut,” kata Bupati Banyumas, Senin (24/5/2021).

Terkait berapa lama pemberlakuan WFH, Husein menyatakan belum bisa menentukan, karena masih harus melihat perkembangan kasus Covid-19 varian baru di Cilacap.

“Sejauh ini, baru tenaga kesehatan yang terpapar, kita lihat dulu perkembangannya apakah sampai menyentuh masyarakat umum atau tidak. Kita tetap waspada, tetapi juga jangan terlalu panik, yang lebih utama adalah penerapan protokol kesehatan ke diri sendiri dan lingkungan sekitar kita, itu benteng utama untuk terhindar dari Covid-19. Karena itu selalu gunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan kurangi aktivitas bepergian yang tidak penting,” ungkapnya.

Bupati Banyumas juga meminta agar pembatasan dilakukan juga terhadap unsur TNI, Polri hingga karyawan BUMN dan BUMD. Hal tersebut penting dilakukan, supaya tidak terjadi ledakan kasus Covid-19 varian baru.

“Peta penyebaran virus varian baru ini belum terdeteksi dengan jelas, tetapi antisipasi harus tetap dilakukan sedini mungkin untuk memperkecil peluang penyebaran,” tegas Husein.

Terpisah, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan polsek-polsek di Banyumas untuk melakukan tracing terhadap siapapun yang hendak masuk ke Banyumas dan berasal dari Cilacap.

Baik warga Banyumas yang baru pulang dari Cilacap ataupun warga Cilacap yang hendak ke Banyumas, semuanya harus menjalani rapid test antigen terlebih dahulu.

“Kemarin saya mendapat laporan ada dua anggota Polresta Banyumas yang minggu kemarin baru dari Cilacap, keduanya langsung kita minta untuk melakukan rapid test antigen. Perlakuan ini juga kita berlakukan untuk masyarakat dari kalangan apapun yang habis dari Cilacap dan akan masuk ke Banyumas,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, 13 ABK Kapal MV Hilma Bulker yang menjalani perawatan di RSUD Cilacap, diketahui positif terkonfirmasi positif Covid-19 dari varian birus India B.1617.2. Dan saat ini ada puluhan tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga selama dua hari pelayanan rawat jalan di RSUD ditutup.

Lihat juga...