Antisipasi Gempa, Cilacap Butuh Tambahan Shelter Tsunami

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten yang rawan gempa berpotensi tsunami. Saat ini Cilacap baru memiliki 45 shelter tsunami yang tersebar pada beberapa kecamatan. Masih dibutuhkan beberapa shelter terutama di wilayah yang rawan gempa.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara mengatakan, pihaknya minimal membutuhkan enam shelter tambahan untuk wilayah yang rawan gempa sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang. Dimana ada enam kecamatan di Cilacap yang rawan tsunami yaitu Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Adipala, Binangun, Kesugihan dan Nusawungu.

“Pada wilayah yang disebut rawan tsunami tersebut, saat ini justru belum terdapat shelter, sehingga memang perlu ada shelter tambahan,” terangnya, Jumat (28/5/2021).

Kondisi saat ini, Kabupaten Cilacap hanya memiliki 45 shelter tsunami. Dan kondisi bangunan shelter tersebut juga masih perlu diuji apakah mempunyai ketahanan terhadap gempa di atas 8 SR atau tidak. Sehingga belum menjamin jika shelter tersebut aman dari goncangan gempa.

“Kita tidak belum bisa menjamin bangunan tersebut tahan gempa,” tutur Tri Komara.

Sehingga langkah antisipasi sementara yang bisa dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap adalah dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir adanya dampak yang ditimbulkan.

Lebih lanjut Tri Komara mengatakan, sebagian wilayah Cilacap kondisi daerah sejajar dengan pantai. Padahal budaya masyarakat, sebagian masih mengesampingkan shekter gedung bertingkat. Sehingga dibutuhkan edukasi lebih lanjut terkait manfaat shelter saat terjadi gempa.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie mengatakan, berdasarkan peta rawan tsunami yang disusun berdasarkan permodelan aktivitas Subduksi Selatan Jawa 8,8 Skala Richter (SR), dampak tsunami pada tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap berbeda.

Ia mencontohkan, untuk wilayah pesisir selatan yang banyak terdapat muara sungai, perlu diwaspadai jika terjadi gempa di atas 8 SR, karena berpotensi memicu tsunami. Kondisi tersebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat wilayah tersebut sedini mungkin. Termasuk untuk masyarakat yang berada di dekat sungai, tsunami bisa masuk hingga 20 meter, sehingga masyarakat harus waspada.

“Penyusunan peta ini memang berdasarkan skenario terburuk, sehingga saat terjadi gempa di atas 8 SR, diharapkan masyarakat bisa cepat tanggap dan mitigasi bencana itu sangat penting,” ucapnya.

Lihat juga...