Area Kebun Aren di Rejang Lebong 2.280 Hektare

REJANG LEBONG  – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanak) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan luasan areal perkebunan tanaman aren milik masyarakat di wilayah itu saat ini mencapai 2.280 hektare.

Kepala Bidang Perkebunan Distanak Rejang Lebong, M Yusup, saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan tanaman aren tersebut merupakan komoditas unggulan daerah itu selain tanaman kopi, di mana tanaman aren ini tumbuh di 14 dari 15 kecamatan di Rejang Lebong.

“Tanaman aren ini merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Rejang Lebong, saat ini luasan perkebunan tanaman aren di Rejang Lebong mencapai 2.280 hektare, luas perkebunan aren ini mengalami penambahan 37 hektare yang pada 2019 lalu seluas 2.243 hektare,” kata dia.

Dia mengatakan, dari luasan tanaman aren milik Rejang Lebong seluas 2.280 hektare itu yang sudah bisa dipanen atau disadap seluas 1.868 hektare, dan sisanya baru tanam atau diremajakan.

Dari luasan areal panen ini, kata dia, produksi gula aren atau disebut warga setempat gula batok setahunnya bisa menghasilkan 5.442 ton, jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 yang menghasilkan sebanyak 5.349 ton.

“Tanaman aren ini tumbuh dalam 14 dari 15 kecamatan yang ada di Rejang Lebong, sedangkan satu lagi yakni Kecamatan Curup tidak ada karena sudah menjadi perkotaan,” terangnya.

Adapun kecamatan yang memiliki areal terluas perkebunan arennya berada di Kecamatan Sindang Kelingi seluas 984,5 hektare, kemudian di Kecamatan Selupu Rejang seluas 592 hektare serta di Kecamatan Sindang Dataran seluas 375 hekare.

Sedangkan untuk kecamatan yang paling sedikit berada di Kecamatan Curup Utara seluas 13,75 hektare, kemudian di Curup Timur seluas 19,9 hektare dan dalam wilayah Kecamatan seluas 22,9 hektare.

Untuk meningkatkan hasil produksi gula aren yang dihasilkan daerah itu, pihaknya mendorong kalangan petani aren menggunakan bibit aren varietas lokal asli Rejang Lebong yang dinamakan varietas Semulen ST-1 yang sudah dilepas secara nasional. (Ant)

Lihat juga...