Atasi Covid-19, Bupati Sikka Sebut Harus Lebih Cerdas

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Bupati Sikka meminta agar semua elemen masyarakat dan pemerintah yang ada di Kabupaten Sikka harus lebih cerdas dari corona agar bisa mengatasi virus tersebut.

“Kita harus lebih cerdas dari corona sebab corona sebenarnya bukan penyakit yang sangat mematikan karena virusnya bisa dilawan,” tegas Bupati Sikka,Fransisuskus Roberto Diogo saat ditemui di tempat wisata Tanjung Kajuwulu, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Minggu (9/5/2021).

Robi sapannya menyebutkan, penyakit yang lebih berbahaya itu HIV dan AIDS sebab kalau sudah masuk ke dalam tubuh, virus ini tidak akan pergi tapi yang sudah terinfeksi HIV pun bisa sembuh dan bertahan hidup.

Dia mengatakan, orang pun masih bisa bersahabat, bisa hidup dengan HIV sehingga kita harus lebih cerdas dari corona karena penyakit ini bisa dilawan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Seseorang yang tertular Covid-19 setelah menjalani karantina secara ketat selama 14 hari maka orang tersebut bisa sembuh,” ungkapnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat ditemui di tempat wisata Tanjung Kajuwulu, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Minggu (9/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Robi mengatakan, dirinya beberapa waktu lalu ke Surabaya, Jakarta dan Denpasar di mana di sana dia melihat aktivitas ekonomi masih berjalan.

Ia menyebutkan, yang sakit dirawat, ada penyebaran dieliminir, di-treking, dilakukan pemeriksaan dan bila ditemukan ada yang positif maka dilakukan perawatan selama 14 hari hingga sembuh.

Dia menegaskan, kalau menghadapi pandemi ini kita tiarap terus maka bisa berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi dan keuangan negara.

“Keuangan negara  selama 3 sampai 4 tahun ke depan bisa menghadapi masalah apabila corona tidak dilawan. Selama 80 persen penerimaan negara berasal dari pajak,” ujarnya.

Robi meminta agar semua warga Kabupaten Sikka jangan cengeng dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini di mana ada pandemi corona yang berdampak kekurangan uang di pemerintah.

Ia menegaskan, Covid-19 harus dikendalikan dengan mengikuti kebijakan pemerintah dari level atas dan Pemerintah Kabupaten Sikka bukan melakukan lock down tapi pengetatan terhadap orang yang masuk ke daerah ini.

“Setiap orang yang bepergian dan masuk ke Kabupaten Sikka harus diperiksa secara ketat. Orang bebas masuk tapi protokolnya diperketat di mana apabila ditemukan tertular Covid-19 maka dilakukan karantina,” ucapnya.

Robi optimis dengan pengetatan yang dilakukan maka kasus positif Covid-19 bisa nol sehingga orang dari luar daerah yang bebas Covid-19 bisa masuk ke Kabupaten Sikka.

“Kalau Covid-19 bisa dikendalikan maka masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya dengan normal dan roda perekonomian pun bisa berputar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sikka, Donatus David mengakui selama masa pendemi corona, keuangan daerah pun harus dilakukan pemotongan oleh pemerintah pusat di mana daerah diminta melakukan refocusing anggaran.

David menyebutkan ,kondisi pandemi membuat daerah harus membatalkan berbagai rencana pembangunan karena ketiadaan dana dan perekonomian di daerah pun terkena imbas.

“Pemerintah harus mengendalikan Covid-19 agar pembangunan dan aktivitas perekonomian bisa berjalan agar ada pertumbuhan. Daerah pun harus mencari sumber-sumber pendapatan untuk mengatasi kekurangan dana,” pintanya.

Lihat juga...