Lebaran CDN

Atasi Kredit Macet, Koperasi di DCML Cilampunghilir Berikan Keringanan

Editor: Makmun Hidayat

TASIKMALAYA — Koperasi Amanah Galunggung Mandiri membuat sejumlah kebijakan guna mengatasi persoalan kredit macet di unit usaha Modal Kita, Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilampunghilir, Padakembang, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Salah satunya adalah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh anggota koperasi yang terdampak pandemi Covid-19 setahun terakhir. Lewat hasil pemetaan itulah, koperasi binaan Yayasan Damandiri kemudian menetapkan jenis keringanan pada anggota agar tidak terbebani oleh kewajiban membayar angsuran bulanan.

“Anggota yang benar-benar terdampak Covid-19, seperti misalnya tidak lagi bisa bekerja, kita berikan keringanan yakni tenggat waktu selama 6 bulan. Lalu anggota yang mengalami penurunan omzet usaha namun tetap mendapatkan penghasilan, kita berikan keringanan yakni kesempatan membayar angsuran hingga beberapa kali,”  ujar Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Khairul Taufiq Ismail, belum lama ini.

Manajer Umum Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, Yana Khairul Taufiq Ismail. -Foto: Jatmika H. Kusmargana/HO

Sementara anggota yang memiliki penghasilan tapi kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari, lanjut Taufiq, diberi keringanan untuk membayar bunga cicilan saja.

Taufiq menyebut strategi ini dinilai berhasil mengurangi laju pertumbuhan negatif Koperasi Amanah Galunggung Mandiri. Yang diketahui merasakan dampak luar biasa akibat pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir. Meskipun hal ini belum cukup mampu untuk mengembalikan kondisi keuangan koperasi sebagai mana sebelum-sebelumnya.

“Karena tidak ada pemasukan, otomatis pertumbuhan koperasi menjadi lambat. Kita bahkan hanya bisa melakukan pencarian pinjaman sebesar 50 persen dari total plafon yang ada,” ungkapnya.

Sebagaimana dialami lembaga keuangan lainnya, unit usaha Modal Kita Koperasi Amanah Galunggung Mandiri, DCML Cilampunghilir, merasakan dampak luar biasa akibat pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir. Tercatat ada sebanyak 50 persen lebih anggota mengalami persoalan kredit macet atau tak bisa membayar angsuran bulanan.

Untungnya, sejumlah kebijakan yang dijalankan pengurus bisa menyelamatkan Koperasi Amanah Galunggung Mandiri dari keterpurukan. Di mana koperasi binaan Yayasan Damandiri ini menjadi salah satu dari sekitar 150 koperasi/lembaga keuangan di kabupaten Tasikmalaya yang masih bertahan selama pandemi.

“Dari sekitar 720 koperasi atau lembaga keuangan yang ada di kabupaten Tasikmalaya, diketahui sebanyak 570 diantaranya harus terpaksa gulung tikar akibat terdampak pandemi Covid-19. Sementara hanya 150 saja yang sampai saat ini masih berjalan. Termasuk salah satunya Koperasi Amanah Galunggung Mandiri. Sehingga kita patut bersyukur,” katanya.

Lihat juga...