Bakau di Pantai Desa Konga Flores Timur Mulai Berkurang

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Bakau yang selama ini menghiasi pesisir pantai di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berkurang akibat dari penebangan liar dan sudah berumur tua.

“Kami sedang merencanakan untuk melakukan penanaman lagi sebab bakaunya mulai berkurang,” sebut Aloysius Sinyo Kung, Kepala Desa Konga, saat ditemui di kantor desanya, Rabu (19/5/2021).

Aloysius mengatakan, dulunya pantai di wilayah desanya dipenuhi tanaman bakau sehingga bisa menahan abrasi dan menahan tsunami yang pernah menghantam wilayah desanya.

Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung, saat ditemui di kantor desanya, Rabu (19/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia mengaku belum ada gerakan untuk menanam bakau dan membersihkan pesisir pantai dari sampah plastik yang banyak dibuang warga sembarangan dan terbawa air hujan ke laut.

“Kami akan mencanangkan untuk mengajak anak-anak sekolah melakukan pembersihan pantai dan menanam kembali bakau di wilayah pesisir yang sudah mulai berkurang kepadatannya,” ucapnya.

Sementara itu, Vinsensius Litan Witin, warga Desa Nobo, Kecamatan Ilebura menyebutkan, pesisir pantai di Pulau Konga yang berada depan wilayah Desa Konga pesisir pantainya dipenuhi bakau.

Sius menjelaskan, mayoritas bakau yang tumbuh di Pulau Konga merupakan bakau jenis Rhizophora mucronata yang propagul atau buahnya sering diambilnya untuk ditanam di pesisir pantai dekat wilayah Desa Konga.

“Saya selalu mengambil buah bakau atau propagul di Pulau Konga. Buahnya banyak sekali yang jatuh ke tanah sehingga saya pilih dan tanam kembali di pesisir pantai di Desa Nobo dan wilayah dekat Desa Konga,” ucapnya.

Sius mengakui,p esisir pantai selatan sejak dari Desa Nobo hingga ke wilayah Desa Konga bakaunya sudah mulai berkurang sehingga perlu dilakukan penanaman kembali.

Menurutnya, penanaman bakau di pantai tersebut sebaiknya menggunakan propagul dan jangan menggunakan bibit yang sudah disemai sebab menurut pengalamannya banyak bibit yang ditanam mati.

“Sebaiknya menanam menggunakan propagul agar tidak mati. Propagul banyak sekali terdapat di pesisir pantai di Pulau Konga sehingga setelah diambil bisa langsung ditanam,” ucapnya.

Lihat juga...