BAPETEN : Pelepasan Treated Water ke Laut Memungkinkan Dilakukan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama Komunikasi Publik, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Indra Gunawan memberikan penjelasan terkait sikap BAPETEN pada keputusan pembuangan treated water ke laut oleh pemerintah Jepang, Rabu (5/5/2021) - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA — Pelepasan treated water yang mengandung Tritium ke laut oleh pemerintah Jepang, dinyatakan dapat dilakukan selama konsentrasi radionuklida yang terkandung di dalamnya masih di bawah ambang batas yang ditentukan secara nasional atau internasional.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama Komunikasi Publik, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Indra Gunawan menyatakan, BAPETEN menilai tindakan melepas treated water PLTN Fukushima ke laut dapat dimungkinkan selama konsentrasi Tritium maupun radionuklida lain yang terkandung di dalamnya telah berada di bawah batas konsentrasi yang ditetapkan secara nasional dan internasional.

“Rencana pembuangan limbah Tritium ke laut oleh Jepang, lebih tepat dipandang sebagai bentuk klirens. Yaitu pembebasan dari pengawasan badan pengawas terhadap limbah radioaktif,” kata Indra pada awak media, Rabu (5/5/2021).

Maksudnya adalah limbah cair yang mengandung Tritium yang sebelumnya membutuhkan pengawasan masuk pada tahap tidak perlu lagi diawasi.

Di BAPETEN sendiri, penetapan ambang batas klirens Tritium berdasarkan Perka BAPETEN No 16 tahun 2012 adalah tidak lebih dari 100 Bq per gram dengan mempertimbangkan dosis efektif individu yang diterima masyarakat tidak lebih dari 10 mikro sievert per tahun.

“Nilai konsentrasi tritium tersebut dapat dilampaui dengan persyaratan bahwa hasil kajian dosis terhadap pembuangan limbah tritium tidak akan memberikan dosia efektif ke masyarakat lebih dari 10p mikro sievert per tahun, dimana dibawah angka ini efek radiasinya dapat diabaikan,” ucap Indra.

Secara internasional, WHO memberikan batasan tritium dalam air minum sebesar 10 ribu Bq per liter. Sementara, beberapa negara memberikan batasan yang berbeda, Amerika Serikat 740 Bq per liter, Kanada 7 ribu Bq per liter dan Australia 76.103 Bq per liter.

Koordinator Komunikasi Publik BAPETEN Abdul Qohar menjelaskan BAPETEN tetap berpatokan pada ambang batas yang sudah ditentukan.

“Kalau memang berada di bawah ambang batas baik nasional atau internasional yang dimungkinkan. Tapi kalau di atas ambang batas tentu saja hal itu tidak bisa dibenarkan,” kata Qohar dalam kesempatan yang sama.

Terkait angka kandungan Tritium dalam treated water yang akan dilepaskan, Qohar mengakui bahwa BAPETEN belum mendapatkan secara langsung dari NRA (red : Badan Pengawas Jepang).

“Sejauh ini, komunikasi yang ada itu antara pemerintah melalui kementerian luar negeri tidak langsung ke BAPETEN. Kalau ada updatenya kami akan info,” tandasnya.

Peneliti Senior Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Geni Rina Sunaryo menyatakan tindakan Jepang untuk melakukan pelepasan ini bisa dilakukan.

“Karena sudah aman. Paparannya sudah rendah jadi tidak masalah dilepas ke lingkungan,” kata Geni saat dihubungi terpisah.

Ia juga menyebutkan potensi akumulasi tritium di lingkungan juga tidak akan terjadi.

“Karena apa pun di Bumi, termasuk manusia dengan hidupnya adalah proses reaksi kimia. Semua bereaksi. Nanti akan ada reaksi yang mengubahnya menjadi molekul air dan gas hidrogen biasa,” pungkasnya.

Lihat juga...