Belasan PMI di Situbondo Nonreaktif Covid-19

Editor: Koko Triarko

SITUBONDO – Selama menjalani masa karantina, Pekerja Migran Indonesia (PMI) wilayah Situbondo sampai saat ini tidak menunjukkan gejela Covid-19 atau nonreaktif.

“Berjumlah 15 orang yang saat ini menjalani masa karantina, tidak menunjukkan gejela Covid-19. Sebelum melakukan proses karantina wilayah, para PMI terlebih dahulu melakukan proses karantina di Surabaya,” ujar Wida Purpitarani, Satuan Gugus Tugas (Satgas) perwakilan Dinas Kesehatan Situbondo, di Kecamatan Panarukan, Situbondo, Rabu (12/5/2021).

Wida menambahkan, selama melakukan proses karantina di Surabaya, seluruh PMI juga melakukan bebera tes kesehatan, salah satunya pemeriksaan tes swab.

Walaupun dinyatakan bebas Covid-19, para PMI harus melakukan proses karantina wilayah yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.

“Proses pelaksanaan karantina bagi PMI untuk mencegah persebaran Covid-19. Maka, para pekerja migran diharuskan untuk menajalani proses karantina selama 5 hari, yakni 2 hari di Surabaya dan 3 hari di masing-masing wilayah tempat mereka tinggal,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Situbondo menetapkan sekitar 5 tempat yang dijadikan sebagai lokasi karantina.

“Beberapa titik yang dijadikan lokasi karantina di daerah Situbondo, masing-masing berada di Gedung Olahraga (GOR) Situbondo, Puskesmas Arjasa, Kendit dan Besuki,“ katanya.

Ia menjelaskan, tidak ada ketentuan khusus dalam menempatkan para pekerja migran saat menjalani proses masa karantina. Sifatnya menyesuaikan dengan kapasitas yang ada. Bila sudah dirasa penuh dan melebihi jumlah batas orang yang dikarantina, maka orang lainnya ditempatkan ke lokasi karantina yang kapasitasnya masih banyak.

Salah satu Pekerja Migran Indonesia, Misyati, mengatakan, ia berasal dari negara Malaysia tempat dirinya bekerja. Selama hampir 3 hari menjalani proses karantina di GOR Situbondo.

“Alasan saya pulang ke Indonesia karena di tempat saya bekerja sudah minim ketersediaan pekerjaan. Bahkan, saya sudah di-PHK beberapa bulan yang lalu,” ucapnya.

Sebelum tiba di Indonesia, Misyati mengaku harus menjalani beberapa tes kesehatan yang hasilnya menunjukkan bebas Covid-19.

“Sebelum pulang ke Indonesia, saya sudah tes swab, alhamdulillah negatif. Sampai di Surabaya kita semua dikarantina selama 2 hari dan dilakukan swab tes, hasilnya juga reaktif,” tegasnya.

Lihat juga...