Bisnis Anyaman Ketupat, Berkah Pedagang Musiman di Bandar Lampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Dua hari jelang lebaran Idulfitri 1442 Hijriah/2021 berbagai peluang usaha dimanfaatkan warga.

Rusmanto, terlihat menganyam daun janur kuning atau kelapa muda untuk dijadikan kulit ketupat. Sehari hari ia mengaku bekerja sebagai penyedia jasa ojek. Namun peluang usaha menjual kulit ketupat juga merupakan salah satu keahliannya, jadi cara mendapat uang.

Pekerjaan musiman tersebut ungkap Rusmanto dilakukannya di pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Ia menyebut ketupat menjadi menu pengganti nasi yang dikonsumsi saat lebaran. Peluang bisnis menjual kulit ketupat sebutnya dilakukan membantu warga yang tidak bisa, tidak sempat menganyam janur. Usaha musiman itu ditekuni jelang Ramadan dan Lebaran.

Sebagai pedagang musiman, Rusmanto tetap harus bersaing dengan pedagang lain. Ia mengaku janur atau daun kelapa yang masih muda diperoleh dari kebunnya.

Ia menganyam sekitar 300 kulit ketupat yang sudah siap jual, sebagian dalam proses penganyaman. Selain berbentuk ketupat, anyaman  dibuat berbentuk lepet sesuai kebutuhan pelanggan.

“Saya memanfaatkan peluang antusiasme warga untuk merayakan lebaran tahun ini cukup tinggi, sejak Subuh telah menjual ratusan kulit ketupat dominan dibeli oleh ibu rumah tangga yang akan membuat hidangan ketupat bagi keluarganya,” terang Rusmanto saat ditemui Cendana News, Selasa (11/5/2021).

Rusmanto mengaku, menangkap peluang momen menghasilkan uang. Sebagai usaha kecil yang berpotensi menghasilkan keuntungan, ia memanfaatkan keahliannya sejak kecil.

Berdasarkan kalkulasi penghasilannya sebagai pedagang musiman naik signifikan. Saat menjadi penyedia jasa ojek sehari ia hanya mendapat sekitar Rp100.000. Namun menjual ketupat memberinya omzet sekitar Rp500.000.

Rusmanto mengaku menjual kulit ketupat dengan harga bervariasi. Per 10 kulit ketupat ditawarkan olehnya mulai harga Rp10.000. Namun saat pembeli menawar Rp7.000 bahkan hingga Rp5.000 ia akan memberikannya.

Ia mengaku masih memiliki peluang menjual kulit ketupat hingga dua hari ke depan. Sebab sebagian konsumen memilih membeli kulit ketupat sehari sebelum Lebaran.

“Kulit ketupat masih akan tetap segar jika disimpan dalam lemari pendingin sehingga tidak layu,” cetusnya.

Mardiman, pedagang kulit ketupat musiman menyebut tahun ini usaha yang ditekuninya alami omzet signifikan. Pasalnya pada tahun lalu ia hanya bisa mendapat keuntungan sekitar Rp1 juta dari berjualan selama empat hari.

Mardiman menawarkan kulit ketupat kepada pelanggan di pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung dengan harga Rp5.000 per sepuluh kulit ketupat yang dianyam, Selasa (11/5/2021) – Foto: Henk Widi

Tahun ini dalam suasana pandemi Covid-19 ia mengaku sejak berjualan dua hari telah meraup omzet sekitar Rp700.000 dari menjual kulit ketupat.

Peningkatan omzet sebut Mardiman dipengaruhi oleh kebutuhan kulit ketupat yang meningkat. Rata rata per satu kulit ketupat dijual olehnya Rp1.000 atau saat ditawar bisa hanya mencapai Rp500 per buah.

Keahlian menganyam kulit ketupat dengan cepat menjadi peluang baginya mendapat penghasilan jelang lebaran. Ketupat sebutnya dibuat warga untuk pengganti nasi disajikan bersama gulai, opor.

“Hasilnya lumayan dengan memanfaatkan waktu sebab sebelumnya saya bekerja sebagai tukang bangunan,”bebernya.

Peluang usaha jelang lebaran yang ditekuni musiman ditangkap oleh Firdaus, pedagang ayam. Penyediaan ayam kampung sebutnya membantu pedagang ayam yang ada di pasar Kangkung.

Ia membantu menjualkan satu ekor ayam dengan keuntungan rata rata Rp20.000 hingga Rp30.000 per ekor. Satu ekor ayam kampung dijual olehnya dengan harga mulai Rp100.000 hingga Rp120.000.

“Ayam kampung lebih mahal dari ayam negeri karena sangat cocok untuk diolah menjadi opor ayam pelengkap ketupat,” bebernya.

Firdaus mengaku keuntungan menjual ayam tahun ini meningkat. Menyediakan stok 100 ekor per hari rata rata ia bisa menjual 50 ekor. Omzet pe hari sebutnya bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp500.000.

Peminat ayam kampung dominan ibu rumah tangga yang ingin menyajikan hidangan opor ayam. Jenis ayam pejantan atau ayam jago paling diminati dengan berat rata rata 1,5 hingga 2 kilogram.

Momen mendapatkan keuntungan jelang hari raya Idulfitri dimanfaatkan juga oleh pedagang bunga. Warjiati, pedagang bunga tetap di pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang menyebut normalnya ia hanya menjual sekitar 50 tangkai bunga pe rhari.

Selain bunga segar bertangkai ia menyediakan bunga tabur. Bunga segar, bunga tabur kerap digunakan warga untuk ziarah makam jelang lebaran.

“Saat hari biasa saya bisa menjual puluhan tangkai bunga segar dan bunga tabur, jelang lebaran naik dua kali lipat,”cetusnya.

Meski terjadi peningkatan permintaan, Warjiati menjual bunga tangkai dengan harga tetap. Sejumlah bunga yang dijual berasal dari Bandung, Bogor meliputi mawar, krisan, sedap malam dan berbagai jenis bunga pacar, melati, kertas untuk bunga tabur.

Bunga tangkai yang dijual per kuntum sebutnya mulai harga Rp5.000. Beberapa diantaranya telah dirangkai dengan harga Rp40.000 hingga Rp50.000. Bunga tabur dijual dengan harga Rp5.000 per kemasan.

Lihat juga...