Bisnis Kuliner Berbahan Baku Lokal di Flotim Masih Menjanjikan

Editor: Maha Deva

Piza berbahan baku ikan tuna, yang dibuat penjual kuliner di Kelurahan Lohayong, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (15/5/2021) - Foto : Ebed de Rosary

LARANTUKA – Usaha kuliner di Kota Larantuka dan sebagian besar wilayah Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terbuka lebar. Masih banyak pelaku bisnis yang terjun ke bidang tersebut.

“Bisnis di sektor kuliner memang masih terbuka lebar dan belum banyak orang yang terjun di bisnis ini,” kata Lusiana da Gomez, pegiat bisnis kuliner di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (22/5/2021).

Nona Gomez mengatakan, banyak warga lokal terutama anak muda, belum terjun di bisnis kuliner, padahal potensinya sangat menjanjikan. Usaha tersebut bila ditekuni, bisa memberikan pendapatan yang lumayan. Menurutnya, masih banyak potensi bahan pangan lokal seperti ikan, bisa diolah menjadi aneka kuliner dan bukan hanya digoreng atau dibakar saja.

Penjual aneka kuliner berbahan ikan di Kelurahan Lohayong,Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Lusiana da Gomez saat ditemui di rumahnya, Sabtu (22/5/2021) – Foto : Ebed de Rosary

Apalagi, potensi perikanan di Flores Timur sangat besar, dengan berbagai macam jenis ikan yang harga jualnya masih murah. “Potensi usaha kuliner masih terbuka, apalagi dengan mengolah aneka ikan menjadi menu yang enak dikonsumsi dan sehat,” ucapnya.

Nona Gomez menjual kuliner berbahan baku ikan, meskipun tetap bekerja sebagai karyawan di sebuah hotel. Dia juga masih diminta oleh beberapa rumah makan di Larantuka, untuk memasak aneka kuliner pesanan pembeli yang tidak bisa dipenuhi. Penjualan kuliner secara online, yang dilakukan melalui media sosial, bisa memberikan keuntungan bersih minimal Rp100 ribu per-hari. Pendapatan tersebut yang dirasakannya di tengah pandemi COVID-19.

“Masih banyak peluang untuk menjadi wirausaha di bisnis kuliner terutama makanan. Banyak rumah makan yang menyajikan makanan dengan menu Jawa dan Padang. Belum ada rumah makan yang menjual kuliner dengan menu lokal,” ucapnya.

Maria Dalena, penjual aneka kuliner lainnya menyebut, lebih suka menjual aneka masakannya, terutama kue, melalui media sosial. Hal itu dirasakannya membuat produknya lebih cepat terjual. Kue buatan Maria, dijual dengan harga Rp1.000 hingga Rp50 ribu, tergantung jenis dan ukurannya. Saat ini, kue buatan Maria selalu habis terjual, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. “Lumayan-lah kalau sehari bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Memang saat pandemi Corona terjadi penurunan pendapatan hingga 100 persen,” tandasnya.

Lihat juga...