Bisnis Sayur Hidroponik Hasilkan Jutaan Rupiah Setiap Minggu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Tiga orang pemuda-pemudi asal kampung Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta memulai usaha pertanian modern berkonsep hidroponik di sekitar pekarangan rumah mereka. Ketiganya adalah Nurul Annnisa (23), Angga Imam (26) serta Krisnanto Akbar (25).

Meski awalnya hanya coba-coba, mereka akhirnya memutuskan menekuni bisnis sayur hidroponik karena prospek usaha di sektor tersebut yang cukup menjanjikan. Ditemui di farm Kaidrop miliknya, Nurul dan Angga mengaku memulai bisnis sayur hidroponik sejak masa pandemi 2020 lalu.

“Kebetulan ada lahan yang bisa dimanfaatkan. Jadi kita coba tanam sayur hidroponik. Dulu ukurannya hanya 2×2 meter dengan 60 lubang tanam. Sekarang kita perluas menjadi 8×16 meter dengan kapasitas 2000 lubang tanam,” ujar kakak beradik itu, Senin (24/5/2021).

Menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, slada, kangkung hingga bayam di lahan berbentuk green house, mereka mampu menghasilkan sayuran segar hingga dua kali setiap minggunya. Seluruh hasil panen mereka pasarkan secara online dengan memanfaatkan media sosial.

“Rata-rata kita bisa menjual 70-100 pack sayuran segar seminggu sekali. Satu pack sayuran dengan berat 200-300 gram, biasanya kita jual dengan harga Rp6000-7000 tergantung jenisnya,” kata Nurul dan Angga yang merupakan lulusan Fakultas Pertanian UGM itu .

Dari usahanya itu, mereka mengaku bisa menghasilkan omzet mencapai Rp1 juta – Rp 1,2 juta setiap minggunya. Konsumennya rata-rata adalah masyarakat yang menyadari pentingnya gaya hidup sehat dengan menghindari sayuran berpestisida kimia.

“Sayuran hidroponik memang lebih mahal dari sayur yang dijual di pasar-pasar tradisional karena bebas pestisida kimia. Meskipun memang belum bisa dikatakan sayuran organik karena masih menggunakan pupuk kimia,” ungkapnya.

Selain lebih sehat, sayur hidroponik juga diklaim lebih higienis karena ditanam di lingkungan steril dan tertutup. Nurul dan Angga juga menyebut sayur hidroponik memiliki penampakan yang lebih segar serta utuh karena tidak terserang hama serangga.

“Sayur hidroponik juga lebih tahan lama jika disimpan di kulkas. Bahkan bisa tahan sampai 1-2 minggu. Rasanya juga tidak pahit, berbeda dengan sayur-sayur biasanya,” katanya.

Lihat juga...