BPPT: Pemulihan Ekonomi Dapat Dicapai dengan Menegakkan Riset dan Inovasi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, MSc., menyatakan upaya mendorong riset dan inovasi merupakan salah satu cara untuk kembali pada jalur perekonomian.

Pemulihan ekonomi Indonesia, yang ambruk akibat terpaan Covid-19, dipercaya hanya dapat dipulihkan dengan mulai menyelaraskan pembuatan kebijakan pada riset dan penelitian.

“Riset dan inovasi yang seperti apa? Yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Apakah itu alat, obat, aplikasi, teknologi. Mulai dari kesehatan hingga yang bernilai ekonomi,” kata Hammam dalam acara Media Gathering BPPT di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, BPPT Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Ia menyatakan semua pihak harus membangun ekosistem inovasi riset serta terus bergandeng tangan dan berperan dalam kompetensi keilmuan masing-masing untuk menembus pasar global.

“Tujuan kita adalah transformasi teknologi untuk mendukung pemulihan ekonomi. Kita harus terus berburu teknologi dan inovasi, harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dan terus menciptakan karya terbaik anak bangsa yang mampu bersaing dengan produk inovasi global,” ucapnya di depan para awak media dan para mantan kepala BPPT yang hadir secara online.

Hammam juga menyatakan BPPT harus menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia yang memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan penguasaan teknologi dan menghasilkan inovasi sesuai dengan UU No.11 tahun 2019 bersama empat komponen lainnya, akademisi, lembaga litbang, dunia usaha dan lembaga penunjang.

“Karena itu, BPPT akan terus mengembangkan kemampuan dalam berburu inovasi terutama dalam 8 bidang teknologi, sekaligus menjamin keberhasilan penerapannya,” ucapnya lagi.

Pandemi memang belum berakhir. Tapi dengan mendasarkan kebijakan berbasis pada penelitian dan pola pikir ilmiah, maka Indonesia akan bisa melewati pandemi ini dengan baik.

“Pandemi ini telah membangunkan suatu upaya menyusun ekosistem inovasi dan menyadarkan kita bahwa sudah saatnya kita menguasai inovasi teknologi untuk substitusi impor serta membangun kemandirian dan ketahanan nasional,”  tandasnya.

Direktur Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Periode 1993-1997, Indroyono Susilo menyatakan kebanggaannya atas kinerja dan kerja cepat BPPT sejak setahun yang lalu.

“Ciri badan pengkajian teknologi ya seperti itu. Cepat memberikan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat dan inovasi itu pun memang bisa diaplikasikan,” kata Indro yang hadir secara online.

Dengan mempertahankan kinerja seperti, Indro yakin penerapan teknologi dan inovasi-inovasi akan lebih mudah dicapai oleh Indonesia.

“Saya yakin para ahli BPPT akan sanggup menjawab semua tantangan yang ada. Bukan hanya masalah pandemi tapi juga terkait isu green economy hingga kebijakan ramah lingkungan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...