Budi Daya Cacing Tanah, Mudah dan Hasil Memuaskan

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Budi daya cacing tanah dapat menghasilkan keuntungan yang fantastis. Seperti yang mulai banyak digeluti oleh warga Desa Pinggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung.

Sejak pertama diperkenalkan kepada masyarakat setempat pada 2018, kini jumlah pembudidaya di desa itu makin meningkat. Dari data Ketua Kelompok Pembudidaya, tercatat sudah lebih dari 150 orang yang melakukan budi daya cacing tanah.

Kuraesin (60), mengaku dalam waktu dua pekan bisa panen cacing tanah hingga 30 kilogram. Menurutnya, budi daya cacing sangat mudah, hanya saja butuh kekuatan fisik dan mental. Pasalnya, aktivitas tersebut melazimkannya akrab dengan sampah dan kotoran sapi.

“Setiap hari cacing itu dikasih makan. Makanannya ya sampah organik, seperti sisa-sisa makanan apa saja, atau sayuran yang sudah busuk. Lalu, yang wajib juga diberikan itu kotoran sapi yang masih basah, agar cacing cepat besar,” ujarnya, kepada Cendana News, saat ditemui di Kampung Babakan Sukasari, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, harga cacing cukup stabil di kisaran Rp19.000 sampai  Rp22.000 per kilogram. Dengan modal yang relatif kecil serta caranya yang mudah, membuat budi daya ini digemari masyarakat setempat.

“Saya dua minggu sekali bisa dapat Rp600.000. Kalau rutin dikasih makan, sebulan bisa dua kali panen, ya dapat Rp1.200.000. Kan lumayan. Di sini malah ada yang sekali panen isampai 70 kilogram,” ungkap Kuraesin.

Menurut Kuraesin, keberhasilan budi daya cacing sangat tergantung pada seberapa rutin diberi pakan. Dengan demikian, penghasilannya bisa diatur oleh si pembudidaya.

“Ngurus cacing tidak butuh cara macam-macam. Bahkan, tidak dikasih makan pun dia tidak mati, cuma badannya ya ngga besar-besar,” tukas Kuraesin.

Di tempat berbeda, Ade, ketua kelompok pembudidaya cacing tanah desa setempat, mengatakan pihak pengepul cacing tanah menargetkan agar akumulasi hasil panen para pembudidaya bisa mencapai 5 kuintal.

“Alhamdulillah, kita di sini tidak pernah kurang dari target. Masyarakat juga getol budidayanya. Jadi, si pengepul senang, bahkan sampai datang ambil sendiri di sini,” ucap Ade.

Ia juga menyebut, berdasarkan keterangan pengepul, budi daya cacing tanah ini akan bertahan lama, karena permintaannya tinggi.

“Makanya, yang budi daya cacing ini banyak. Beda sama budi daya magot, pembelinya susah. Kalau cacing insyaallah bertahan lama dan harganya stabil,” pungkas Ade.

Lihat juga...