Budi Daya Maggot di Arjasari-Jabar Terkendala Pasar

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Budi daya maggot di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat ini masih sulit berkembang. Pasalnya, para pembudidaya mengaku tidak memiliki akses pasar untuk menjual hasil panen maggot.

Jejen (51), pembudi daya maggot di Arjasari, mengaku sudah berupaya memasarkan maggot miliknya, baik secara langsung kepada para peternak ayam, maupun secara online. Namun, sampai saat ini belum ada yang berminat membelinya.

“Karena ngga ada yang beli, maggot jadi numpuk tuh di kandang. Budi daya mah jalan terus, sambil kita berusaha cari pembelinya,” ujar Jejen, saat ditemui di kampung Babakan Mantri, Pinggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (31/5/2021).

Jejen, pembudi daya maggot di kampung Babakan Mantri, Pinggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). –Foto: Amar Faizal Haidar

Jejen mengatakan, sejauh ini maggot yang dibudidayakannya lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan lele. Namun, tetap saja kapasitas maggot melimpah.

“Ayam dan lele yang saya ternak masih sedikit, sementara maggot sudah banyak sekali. Bahkan, dalam seminggu bisa nambah sampai 10 kilogram, gimana ngga numpuk?”  tandas Jejen.

Menurut Jejen, sulitnya akses pasar inilah yang membuat budi daya maggot di Arjasari tidak berkembang. Padahal, manfaat maggot sangat banyak, terutama untuk mempercepat pertumbuhan ayam.

“Saya sudah tes sendiri, maggot ini pakan jitu buat ayam. Tumbuh besar bisa dua kali lebih cepat dibanding ayam yang diberi pakan lain. Tapi, anehnya belum ada yang minat,” tukasnya.

Sementara itu, Dede, petugas kebersihan di Desa Pinggirsari, mengharapkan agar aktivitas budi daya maggot dapat berkembang di wilayahnya. Lantaran, budi daya maggot dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS).

“Minimal sampah organik tidak akan terbuang lagi ke TPSS, tapi dimanfaatkan untuk makanan maggot. Jadi, kita sebagai petugas kebersihan juga terbantu,” ucap Dede.

Bila pasar maggot telah terbuka, Dede yakin kebersihan lingkungan Pinggirsari juga dapat turut terjaga.

“Yang saya tahu sekarang paling banyak budi daya cacing, ini juga membantu kita. Tapi, kalau maggot bisa berkembang akan lebih bagus lagi. Jadi, kita nanti di TPSS tinggal pisahkan sampah plastik, dan itu bisa dijual. Sisanya sampah yang tidak bisa lagi diolah makin sedikit, nah itu baru kita kirim ke tempat pembuangan akhir,” pungkas Dede.

Lihat juga...