Budidaya Kembang Turi Penuhi Kebutuhan Pecel

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Memiliki beragam manfaat, budidaya kembang turi memiliki keistimewaan. Hingga banyak yang menanam di pekarangan rumah memanfaatkan lahan kosong ataupun di batas lahan.

Bahkan ada yang khusus menyewa lahan sendiri untuk budidaya kembang turi sebagai persiapan bahan baku pecel. Tidak ada pemeliharaan khusus, kembang turi tumbuh sendiri dan setiap hari bisa diambil kembangkanya.

Adalah Bargo, pengusaha pecel kembang turi khas Suroboyo di Bekasi, untuk kebutuhannya ia harus budidaya. Karena mendatangkan dari daerah tentu memerlukan waktu dan belum tentu tetap segar.

Bargo, mengakui budidaya kembang turi yang ditanamnya di lahan kosong di samping sayuran kebutuhan pecel lainnya seperti kangkung, bayam dan lainnya, hanya sebagai pelengkap.

“Saya sudah nge-brand, pecel kembang turi di Bekasi, jadi kebutuhan di beberapa cabang banyak pelanggan bertanya kenapa tidak ada kembang turinya,” ujar Bargo di Jatimekar, kepada Cendana News, Senin (31/5/2021).

Alasan tersebut ia mengaku budidaya di lahan kosong terbatas yang berlokasi  di dua tempat wilayah Jatimekar, guna memenuhi kebutuhan pecel kembang turi. Menurutnya jika ada banyak laku di pasaran.

“Terkadang ada juga yang datang untuk membeli kembang turinya saja, tapi tidak dijual karena untuk keperluan sendiri masih kurang,” jelasnya mengakui kembang turi memang banyak manfaat untuk kesehatan seperti di Jawa biasa buat orang menyusui.

Budidaya kembang turi, jelasnya tidak ada yang istimewa, dapat diperbanyak melalui stek batang atau bibit turi ditanam tapi yang harus diperhatikan terkait jarak antara satu pohon agar ke depan bisa leluasa dalam berkembang.

“Kembang turi sekarang ditanam setahun lalu, sekarang sudah setiap hari diambil kembangnya. Untuk kebutuhan pecel,” jelasnya.

Senada, Iqbal, pekerja di tempat Bargo, mengatakan kembang turi dari masa tanam ini setahun sudah bisa dipetik. “Setiap hari pun bisa dipetik, untuk keperluan pecel kembang turi atau lainnya,” ungkap Iqbal saat memetik kembang turi.

Saat ini, jelas Iqbal, untuk kebutuhan pecel kembang turi, melakukan budidaya di dua lahan berbeda. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan secara bergantian di panen setiap harinya.

Menurutnya tidak ada masalah untuk kembang turi meskipun di panen setiap hari, maka besok sore kembangnya akan  kembali muncul.

“Tidak ada yang bisa dimanfaatkan selain dari kembangnya. Jadi budidaya kembang turi ini, hanya iseng di pekarangan rumah. Kecuali seperti Pak De Bargo, ia butuh untuk pecel kembang turi,” tukas Iqbal.

Lihat juga...