Budidaya Landak Mini Ternyata Tidak Susah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Mulai banyaknya anak-anak yang menyukai untuk memelihara landak mini, membuat budidayanya bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan. Bisa sebagai pengisi waktu, mengingat proses pembiakannya sama sekali tidak susah atau juga untuk sebagian orang bisa menjadi salah satu penyaluran hobi.

Pembudidaya Landak mini atau Pygmy Hedgehog yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), Fajar Alwan menceritakan mudahnya membudidayakan Landak Mini, saat dihubungi, Senin (3/5/2021) – Foto Ranny Supusepa

Pembudidaya landak mini atau Pygmy Hedgehog yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), Fajar Alwan menceritakan proses mengembangbiakkan landak mini sama sekali tidak susah.

“Yang penting itu tempat pemeliharaannya bersih dan luas. Perlu juga tempat memisahkan jantan dengan betina, serta saat betinanya akan memiliki anak, maka perlu disediakan hiding box, untuk meletakkan anaknya, sehingga induk tidak stres. Kalau stres nanti si induk akan memakan anaknya,” kata Fajar, saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

Fajar menceritakan, semua berawal dari awal pandemi, yang menyebabkan dirinya dan anak-anaknya lebih banyak beraktivitas di rumah.

“Awalnya dari hobi saja. Kebetulan kami suka binatang dan landak mini keliatannya lucu. Akhirnya memutuskan untuk mengadopsi sepasang. Setelah melakukan riset, ternyata tidak susah untuk beternaknya. Setelah setahun, ada sekitar 30 anakan,” paparnya.

Fajar menyebutkan untuk mengembangbiakan Pygmy Hedgehog ini gampang. Cara membedakan jantan dan betina pun, tidak susah. Dapat dilihat dari jarak antara kelamin dengan anus. Kalau jantan, jaraknya agak jauh. Kalau betina jaraknya dekat.

“Untuk jantan minimal usia bisa dikawinkan umur 5 bulan, sedangkan betina minimal 6 bulan. Hal tersebut untuk meminimalisir terjadinya kanibalisme atau indukan menjadi stress,” ucapnya.

Proses perkawinan, lanjutnya, cukup digabungkan antara jantan-betina dalam satu kandang yang cukup luas. dalam waktu 5 hari.

“Setelah lima hari, pisah kembali untuk 3 hari. Lalu gabungkan kembali 5 hari. setelah itu pisahkan terus antara jantan dan betina. Tinggal ditunggu kira-kira 30-40 hari untuk sampai waktu betina lahiran,” kata pria yang sehari-hari berdinas di BPK RI ini.

Ketika menjelang kelahiran, usahakan kandang betina memiliki hiding box untuk menyembunyikan anaknya, agar induk tidak stres.

“Kalau kendalanya bisa dibilang tidak ada. Saat awal dulu, mungkin karena masih awam saja. Karakter landak ini banyak. Ada yang baik, ada yang kagetan. Tapi biasanya setelah satu hingga dua minggu, bisa kenal baik kok,” tuturnya.

Lihat juga...