Lebaran CDN

Budidaya Padi Ketan Mengacu Perhitungan Kebutuhan Khusus

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Komoditas pertanian padi ketan putih jadi salah satu beras paling dicari selama Ramadan dan lebaran Idul Fitri. Budidaya ketan dilakukan petani dengan perhitungan kebutuhan khusus.

Mukidi, petani di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyebut nasi ketan yang dimasak memiliki ciri khas lengket dibanding nasi beras biasa. Petani mempertahankan kearifan lokal penanaman ketan sebagai pelengkap padi biasa.

Varietas padi ketan putih sebutnya paling banyak ditanam petani yang akan memiliki hajat. Sebelum acara pernikahan enam bulan sebelumnya petani telah menanam ketan. Jelang momen khusus bulan suci Ramadan dan Idul Fitri beras ketan banyak digunakan untuk kuliner.

Kuliner berbahan beras lengket atau dikenal beras pulut sebut Mukidi cukup beragam. Tapai atau tape, juadah, sokko tumbu hingga lemang disajikan pada momen hajatan pernikahan, Ramadan dan hari raya. Ia memilih membudidayakan varietas ketan putih yang berumur sama dengan padi biasa. Usia tanam hingga panen 110-120 hari menjadikan padi ketan banyak dikembangkan.

“Budidaya ketan putih akan digunakan untuk kebutuhan keluarga, bahan oleh oleh kerabat yang mudik ke kampung halaman dan sebagian bisa dijual untuk kebutuhan proses pembuatan kuliner jelang lebaran Idul Fitri bagi masyarakat di wilayah pedesaan,” terang Mukidi saat ditemui Cendana News, Senin (3/5/2021).

Mukidi, petani di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan memanen padi ketan, Senin (3/5/2021). -Foto Henk Widi

Proses perawatan padi ketan sebut Mukidi sama dengan padi varietas lain. Pengairan cukup, pupuk dan penanganan hama menjadi kunci mendapatkan hasil maksimal. Budidaya ketan putih sebutnya hanya jadi tanaman pelengkap. Jarang dibudidayakan dalam satu hamparan. Sebanyak 30 petak lahan sawah ia hanya menanam sebanyak 5 petak. Hasil panen ia mendapat 200 kilogram gabah kering panen (GKP).

Lahan tanam untuk padi ketan sebut Mukidi harus selalu mendapat pasokan air. Musim tanam penghujan atau rendengan cocok jadi waktu budidaya. Sebagai solusi mengatasi lahan kekeringan ia mengalirkan air dengan mesin pompa ke lahan sawah. Agar bulir berisi banyak ia mempergunakan pupuk jenis Urea dan TSP serta pupuk organik. Padi ketan yang telah dipanen selanjutnya bisa disimpan dalam bentuk gabah kering giling (GKG).

“Sebagian padi ketan yang kering bisa digunakan sebagai bibit pada masa tanam berikutnya,” cetusnya.

Umar Said, petani di Desa Tanjung Heran, Penengahan mengaku menanam padi ketan putih untuk lebaran. Ciri khas beras ketan setelah dimasak sebutnya lebih lengket seperti pulut atau perekat, aroma wangi, rasa gurih dan pulen, berwarna putih lebih dari susu. Ia menanam padi ketan untuk memenuhi permintaan pedagang beras dan kebutuhan keluarga. Ia bisa mendapat sekitar 500 kilogram padi ketan setiap panen.

“Padi ketan saya tanam dengan jumlah terbatas dibanding varietas Ciherang yang saya tanam, panen lebih dahulu padi Ciherang,” sebutnya.

Proses pemanenan padi ketan yang dipilih setelah Ciherang bertujuan agar tidak tercampur. Proses panen padi ketan akan dilakukan sepekan setelah padi Ciherang. Komoditas padi ketan yang banyak dicari jelang Lebaran dan selama Ramadan membuat harga lebih tinggi. Beras biasa varietas Ciherang, IR 64, Muncul dan beras lain dijual Rp12.000. Namun ketan putih bisa dijual seharga Rp20.000 sehingga lebih menguntungkan.

Kebutuhan beras ketan putih, ketan hitam sebut Haryati meningkat selama ramadan dan lebaran. Bagi masyarakat agraris ketan sebutnya sangat penting. Warga Desa Gandri itu menyebut ketan yang lengket bisa diolah menjadi beragam kuliner tradisional. Saat hajatan pernikahan kue lemper, jadah dan tapai jadi hidangan berbahan ketan. Beras dengan filosofi merekatkan itu jadi hidangan wajib saat acara khusus.

Haryati bilang pembuatan ketan menjadi tapai kerap dilakukan beberapa hari sebelum lebaran. Namun dengan varian olahan kuliner yang beragam beras ketan diolah saat ramadan. Tapai ketan dan lemang yang dibakar dengan daun pisang, bambu jadi menu alternatif. Agar bisa mendapatkan beras ketan ia memilih menanam beberapa petak padi ketan di lahan sawah beberapa bulan sebelum Ramadan.

Lihat juga...