Cara Pencegahan Penyakit Ternak Jelang Pergantian Musim

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Penyakit ternak pada sapi hingga unggas, menjadi salah satu ancaman pada pergantian musim atau pancaroba. Termasuk dari musim penghujan ke kemarau. Untuk itu, peternak diimbau untuk waspada.

“Jika pada pergantian musim kemarau ke penghujan, hewan ternak seperti sapi atau kambing rentan terkena penyakit kembung. Maka pada peralihan dari musim penghujan ke kemarau, potensi penyakit infeksi pernapasan perlu diwaspadai,” papar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (31/5/2021).

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (31/5/2021). -Foto Arixc Ardana

Dipaparkan, pihaknya pun mendorong agar peternak melakukan upaya preventif, dalam pencegahannya. “Pada musim pancaroba seperti ini sebaiknya para peternak, harus selalu menjaga kebersihan kandang, sekaligus melakukan penyemprotan dengan disinfektan agar tidak rentan terkena penyakit,” terangnya.

Penyemprotan disinfektan itu menjadi langkah antisipasi, untuk membunuh kuman atau bakteri yang biasa menyerang ternak. “Selain itu, pemberian pakan ternak juga harus diperhatikan, meski sekarang ini sudah memasuki musim kemarau, tetapi terkadang masih turun hujan, sehingga rumput untuk pakan ternak, terkena hujan. Kalau rumput basah ini, langsung diberikan sebagai pakan hewan ternak, bisa berpotensi menyebabkan penyakit kembung,” lanjunya.

Hal tersebut disebabkan karena kandungan air pada rumput basah masih tinggi , sementara serat kasar rendah. Jika langsung diberikan ke hewan ternak, maka bisa mengalami kembung dan diare.

“Sekarang ini, kalau sore terkadang hujan, jadi mencari rumputnya pagi. Kondisi rumput masih basah. Jadi agar tidak diare, sebaiknya rumput di angin-anginkan terlebih dulu sampai kering, baru diberikan ke hewan ternak. Dengan upaya tersebut, bisa mencegah penyakit diare pada ternak,” paparnya.

Terpisah, Kepala Seksi Produksi Peternakan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dispertan Kota Semarang, Harmawati, menambahkan pada musim pancaroba ini, ternak unggas juga rawan penyakit.

“Khususnya, penyakit pencernaan pada unggas khususnya ayam. Penyakit pada saluran pencernaan, yang sering terjadi saat pancaroba yang disebabkan oleh bakteri e-coli. Penyakit ini dapat menyerang semua umur ayam. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan produksi, hingga penurunan kualitas telur,” terangnya.

Dituturkan, upaya pencegahan pada penyakit yang terjadi saat pancaroba, relatif sama dengan pencegahan penyakit lainnya, seperti dengan menjaga suhu kandang, kelembaban, hingga program vaksinasi, serta pemberian multivitamin secara berkala.

Lihat juga...