Ceko Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan Bali

DENPASAR – Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Doledek, bertemu dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis di sejumlah bidang.

“Potensi kerja sama yang bisa dijajaki dan ditawarkan meliputi bidang kesehatan, bidang pendidikan, dan bidang teknologi tepat, guna untuk memproses hasil pertanian,” kata Ketua Umum Kadin Bali, Made Ariandi di Denpasar, Kamis (27/5/2021).

Dubes Jaroslav Doledek didampingi Asisten Duta Besar Republik Ceko Jana Horchicova, Deputy Head of Mission and Economic Affair Jacob Cerny, dan Konsul Kehormatan Republik Ceko di Bali IB Sidharta Putra, sudah menemui jajaran Kadin Bali, pada Selasa (25/5).

Ariandi menambahkan dalam pertemuan itu juga dibahas peluang memulai upaya mendatangkan kunjungan wisman dari Republik Ceko melalui beberapa konsep seperti delegasi bisnis yang ingin mengadakan MICE dan sebagainya, melalui charter flight dengan alternatif opsi rute Ceko-Dubai-Bali.

Delegasi pengusaha dari Republik Ceko juga direncanakan akan datang bulan Juni 2021, untuk penjajakan awal kerja sama bisnis dengan pengusaha Kadin Bali.
Hal ini disepakati pula oleh IB Sidartha Putra, yang juga selaku pelaku usaha pariwisata untuk bisa dipersiapkan lebih awal.

Di sisi lain, Ariandi mengatakan program vaksinasi di Bali yang sudah menerima 2 juta dosis pun terus digencarkan oleh pemerintah, untuk mempercepat tercapainya herd immunity 70 persen dari total penduduk Bali.

“Selain itu, peluang vaksinasi mandiri bagi wisatawan jika dibutuhkan dapat dilaksanakan di Bali,” ucapnya didampingi Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Investasi Pariwisata, Agus Maha Usadha, dan Nana Chan selaku Wakil Ketua Bidang Perdagangan Internasional.

Di samping itu, Kadin Bali pun siap untuk melakukan kerja sama dan melihat peluang, terutama ekspor yang ditawarkan Dubes Ceko.

Sementara itu, Jaroslav Doledek mengatakan saat ini masih ada warga Republik Ceko di Bali yang berinteraksi dengan masyarakat setempat dalam hal aktivitas sosial dan pendidikan.

Sebelum pandemi Covid-19, masyarakatnya menduduki peringkat kelima kunjungan wisatawan terbesar dari Eropa yang datang ke Bali. (Ant)

Lihat juga...