Cuaca tak Tentu Sebabkan Petani di Jember Kesulitan

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Intensitas hujan di sejumlah wilayah di kabupaten Jember, Jawa Timur, terjadi tidak merata, sehingga beberapa daerah di wilayah tersebut mulai mengalami kekeringan. Bibit padi yang terlanjur ditanam mati, bahkan lahan sawah mulai retak.

Madrus, pemilik lahan sawah di Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, mengaku mulai kesulitan mendapatkan pasokan air akibat perubahan iklim yang tiba-tiba. Tanah sawah mulai banyak yang retak karena kemarau berkepanjangan.

“Sampai saat ini hujan belum juga turun. Namun, cuaca yang terjadi terkadang terasa panas sekali dalam sehari. Kadang pula mendung, tapi tidak hujan,” ujar Madrus, Rabu (19/5/2021).

Madrus memperkirakan musim kemarau baru terjadi pekan depan. Namun, saat ini lahan sawah miliknya sudah kekurangan pasokan air.

Madrus, petani di Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, saat ditemui Rabu (19/5/2021). -Foto:Iwan Feriyanto

“Awalnya perkiraan saya hujan masih cukup lama di daerah saya, maka saya tetap melakukan penanaman padi. Baru beberapa hari bibit padi yang saya tanam sudah kehabisan pasokan air dari saluran irigasi yang menuju ke sawah, dan hulu air sungai besar sudah mulai minim aliran airnya,” ujarnya.

Akibatnya, Madrus mengaku pembibitan yang dilakukan tidak bisa diharapkan lagi. Terpaksa ia harus memotongnya, karena sudah tidak berhasil untuk diteruskan ke tahap selanjutnya.

“Bibit padinya saat ini sudah mulai rusak, berwarna kuning. Otomatis sudah tidak bisa untuk dilakukan penanaman lebih lanjut,” ucapnya.

Terpisah, Totok, petani cabai, juga mengaku gagal panen akibat cuaca yang kerap kali tidak menentu.

“Awal mula saat proses penanaman cabai, sekitar usia 14 hari, tanamana cabai saya diguyur hujan terus-menerus. Banyak bibit cabai yang rusak dan busuk,” ucapnya.

Mencegah terjadinya gagal panen, Totok mengatakan lebih banyak melakukan perawatan secara terus-menerus, agar tanaman cabai miliknya dapat tumbuh kembali.

“Karena waktu itu baru beberapa hari tanaman kemudian hujan, saya coba terus diberi obat. Ada hasil dari upaya yang saya lakukan, bibit cabainya kembali tumbuh. Namun selang beberapa hari selanjutnya, kebutuhan persediaan air sudah mulai berkurang. Pasokan air yang dibutuhkan hampir minim sekali. Akibat mulai kekurangam air dan beberapa tanaman cabai mengering,” ungkapnya.

Lihat juga...